Breaking News:

Corona di Bali

Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Aprindo Bali Perkirakan Akan Banyak Karyawan Jadi Korban

Kegiatan PPKM Darurat di Provinsi Bali turut disoroti oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Tribun Bali/Rizal Fanany
Wayan Darmi merapikan dagangannya di kawasan pantai Sanur, Minggu 4 Juli 2021. Setelah setahun lebih dihantam pandemi Covid-19 ditambah dengan pemberlakuan PPKM darurat, pendapatan ia pun semakin terpuruk - Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Aprindo Bali Perkirakan Akan Banyak Karyawan Jadi Korban 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kegiatan PPKM Darurat di Provinsi Bali turut disoroti oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Aprindo memperkirakan, jika PPKM Darurat ini diperpanjang melebihi tanggal 20 Juli 2021 mendatang, maka akan banyak karyawan perusahaan menjadi korban dirumahkan.

"Sebab, berdasarkan aturan PPKM, hanya sektor usaha kebutuhan pokok yang diperbolehkan beroperasi itu pun dengan batasan jam operasional. Seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, rumah makan, kafe, dan sejenisnya. Dan jika ini diperpanjang, kami melihatnya akan berdampak cukup signifikan. Karena tidak bisa beroperasi secara penuh, ada ritel-ritel yang mau tidak mau harus menutup gerainya," katanya, Senin 5 Juli 2021.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal tersebut secara otomatis akan membuat sale atau penjualan mengalami penurunan.

Baca juga: Bupati Jembrana Gelar Sidak PPKM Darurat Hari Kedua, Tamba: Warung Makan Sudah Tutup Sesuai Aturan

Kemudian, dengan tidak beroperasinya secara penuh, tidak menutup kemungkinan ada karyawan yang dirumahkan.

Jadi ada efisiensi sumber daya manusia, dan jelas akan kembali menurunkan pendapatan para karyawan.

"Dan karena hanya sebagian yang diizinkan untuk beroperasi, ini menimbulkan ketidakadilan bagi industri lainnya, seperti industri fashion dan sejenis. Ini kan tidak adil bagi mereka, terutama dengan mereka tidak bisa beroperasi otomatis karyawan tidak bisa bekerja. Dengan tenant yang tidak mendapat penghasilan, mereka harus tetap memberi gaji dan membayar sewa. Hal seperti inilah yang kami dorong agar pemerintah bisa mempertimbangkannya,” paparnya.

Dan walaupun demikian, Aprindo Bali tetap akan mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19 sepanjang langkah itu tepat dan efektif.

Selain itu, ia berharap kepada pemerintah ketika menerapkan PPKM agar setidaknya menurunkan bantuan untuk masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved