Breaking News:

Berita Gianyar

Jumlah Anggota Tim Penyuluh Bahasa Bali Dibatasi,Durasi Konservasi Lontar di Gianyar Jadi Lebih lama

Kegigihan mereka pun kini berbuah manis, dimana saat ini kesadaran masyarakat memelihara lontarnya semakin tumbuh.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana konservasi lontar oleh tim penyuluh Bahasa Bali di Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pandemi covid-19 tidak menyurutkan semangat penyuluh bahasa bali dalam menyelamatkan lontar di masyarakat.

Kegigihan mereka pun kini berbuah manis, dimana saat ini kesadaran masyarakat memelihara lontarnya semakin tumbuh.

Dimana hal tersebut terlihat dari mulai banyaknya undangan secara pribadi pada penyuluh bahasa bali, untuk melakukan perawatan terhadap lontar warisan leluhur mereka.

Koordinator penyuluh Bahasa Bali Gianyar yang juga koordinator konservasi lontar, I Wayan Suarmaja, Senin 5 Juli 2021 mengatakan, konservasi terus dilakukan, baik secara bergilir di desa-desa dan undangan pribadi.

Baca juga: Bupati Gianyar Tinjau Vaksinasi Anak Dan Remaja di 7 SMP Negeri di Kabupaten Gianyar

Kata dia, wawasan masyarakat sudah terbuka atas perawatan lontar.

Sebelumnya, banyak masyarakat pemilik lontar yang tidak berani membuka lontar yang diwariskan.

Alhasil, lontar tersebut justru menjadi rusak.

"Pemikiran warga sudah mulai terbuka. Secara umum lontar masih disakralkan, namun mereka  sudah mulai merawat lontarnya dengan baik," ujar Sudarmaja.

Suarmaja mengatakan, di tengah pandemi covid-19 ini, pihaknya menemukan kendala dalam menginventarisasi atau mengobservasi lontar.

Hal itu dikarenakan jumlah tim konservasi dibatasi, guna menghindari terjadinya kerumunan saat pihaknya berkegiatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved