Breaking News:

Berita Gianyar

Pembuatan Biopori Masih Minim di Perkantoran, Lebih Diminati Oleh Sektor Perumahan dan Pribadi

Hanya saja, sosialisasi yang dilakukan selama ini, lebih banyak direspon sektor perumahan ataupun pribadi. Sektor perkantoran, saat ini masih minim

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Karsiani Putri
Eri Gunarta
Pemasangan biopori di sebuah Pura di Desa Adat Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali belum lama ini 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pegiat lingkungan Biopori Bersahaja yang juga pegiat di Komunitas Ngogo Lulu, Banjar Tengah Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, terus melakukan sosialisasi akan pentingnya biopori untuk mengantisipasi banjir.

Hanya saja, sosialisasi yang dilakukan selama ini, lebih banyak direspon sektor perumahan ataupun pribadi.

Sektor perkantoran, saat ini masih minim.

Jika pun ada, biopori yang dibuat kurang efektif.

Pegiat lingkungan, Wayan Sudiarta, Selasa 7 Juli 2021 mengatakan bahwa  selama kampanye pemasangan biopori, respon dari perkantoran baik Negeri dan Swasta masih rendah.

Dimana saat ini, pemasangan biopori saat ini banyak diminati di perumahan atau pemukiman padat.

"Kami banyak memasang biopori di Denpasar dan Badung, di Gianyar juga sudah," jelas Sudiarta. 

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi bahwa banyak prajuru adat yang telah membuat biopori di tempat suci, seperti di Desa Adat Peliatan, yang terdapat di Pura Puseh dan Pura Dalem.

Hanya saja, kembali dikarenakan bahwa respon di perkantoran masih minim.

"Dari apa yang sudah kami sosialisasikan bersama komunitas, warga di pemukiman padat di Denpasar sudah banyak yang memasang biopori, namun ketika sosialisasi di perkantoran responnya slow," tambahnya. 

Di beberapa kantor Pemerintah menurutnya sudah ada yang memasang biopori, hanya saja efektivitasnya masih rendah.

"Dari yang sudah disosialisasikan, pemasangan biopori di perkantoran masih rendah dan persoalannya ada pada anggaran," ujarnya. 

Padahal, kata dia, untuk memasang biopori sesungguhnya tidak membutuhkan kebijakan khusus dari pimpinan, dan tergantung leading sektor di perkantoran.

BACA JUGA: Gubernur Bali Targetkan Satu Bulan Kedepan Agar Seluruh Anak Usia 12-17 Tahun di Bali Tervaksinasi

"Asalkan leading sektor menggerakkan, pasti bisa. Ini kan sangat murah, apalagi tiap hari Jumat misalnya ada gerakan bersih-bersih. Sesungguhnya ini murah dengan dana Rp 150 ribu saja sudah memiliki 3 biopori," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved