Breaking News:

Arab Saudi Siap Terima Jemaah Haji 2021, Namun Hanya Untuk 60 Ribu Orang 

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Radio Riyadh, Mashat mengatakan bahwa kediaman peziarah di situs-situs suci sudah siap

Editor: Eviera Paramita Sandi
AFP/HO/SAUDI MINISTRY OF MEDIA via KOMPAS.COM
Umat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu 2 Agustus 2020. 

TRIBUN-BALI.COM - Musim Haji tahun ini, Arab Saudi telah menyatakan kesiapannya menyambut jemaah yang akan menunaikan ibadah haji

Melansir Arab News pada Selasa 6 Juli 2021, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Abdulfattah Masha menekankan penyelesaian semua pekerjaan untuk menyiapkan situs suci akan menuju rampung dalam beberapa hari mendatang.

"Kementerian Haji dan Umrah telah lama membuat rencana strategis dan operasional terkait kegiatan haji yang bekerjasama dengan lebih dari 30 entitas, dari berbagai sektor swasta, pemerintah dan keamanan," ujarnya.

Pada awal bulan ini, karena pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan dan Haji memberikan total 60.000 kuota jemaah akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini.

Ini karena pendaftaran hanya terbuka untuk warga negara dan penduduk Kerajaan.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Radio Riyadh, Mashat mengatakan bahwa kediaman peziarah di situs-situs suci sudah siap, seperti halnya mengumpulkan titik-titik di sekitar Makkah.

Ini adalah rencana terpadu untuk membuat musim haji tahun ini aman dan terlindungi.

Tenda-tenda jemaah di Arafat, serta fasilitas di Mina dan daerah lain di mana peziarah akan tinggal di Muzdalifah semuanya telah diperiksa.

"Lingkungan ... tahun ini akan berbeda dengan musim haji sebelumnya. Ini akan menjadi lingkungan yang sehat, memastikan jaga jarak sosial antara jamaah selama seluruh perjalanan, kamp-kamp besar yang memungkinkan pergerakan udara terus menerus, sehingga menghilangkan risiko apa pun," kata Mashat.

Dia mencontohkan, pemerintah Arab Saudi telah membuat jaringan transportasi terintegrasi yang menghubungkan semua situs terkait di seluruh wilayah.

"Akan ada bus yang mengangkut jemaah dari penginapan mereka ... ke stasiun kedatangan," katanya.

"Pihak berwenang saat ini sedang mengembangkan rencana akhir untuk transportasi dengan otoritas keamanan,... disertai dengan program kesadaran yang menyasar jemaah melalui ponsel pintar mereka atau melalui platform media sosial."

Mashat mengatakan jemaah haji yang menunaikan ibadah haji musim ini belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya.

"Pada bulan Juni, Kementerian Haji dan Umrah mulai menerima permohonan. Kami menerimanya, dalam sepuluh hari, lebih dari 500.000 aplikasi, sementara jumlah kuota adalah 60.000.”

"Aplikasi-aplikasi itu disortir sesuai mekanisme tertentu seperti kesiapan jemaah secara fisik, dengan mempertimbangkan apakah mereka sudah menunaikan ibadah haji. Data ini juga dipilah oleh kelompok usia, dengan prioritas awalnya diberikan kepada mereka yang berusia di atas 50 tahun dari semua kewarganegaraan yang tinggal di Kerajaan."

Para peziarah didistribusikan di 190 perusahaan yang menawarkan tiga paket. Mashat mengatakan jemaah haji terpilih akan mulai berdatangan pada 17 dan 18 Juli, dan bus yang biasa menampung 50 jamaah di masa lalu, kini akan menampung hanya 20 orang.

Dia menambahkan bahwa kartu pintar jemaah akan sangat penting selama mereka tinggal, memberi mereka informasi bantuan yang signifikan dan penyedia layanan.(Arab News)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Arab Saudi Tegaskan Kesiapan Terima Jemaah Haji 2021

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved