Breaking News:

Berita Klungkung

Hasil Audit Belum Turun, Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Air PDAM di Nusa Penida Mandek

Yang jelas kami dari Kejaksaan sudah mengajukan permohonan audit oleh BPKP terkait perkara yang kami lakukan penyelidikan

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
net
Ilustrasi PDAM. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pengungkapan kasus dugaan korupsi penjualan air PDAM di Nusa Penida oleh Kacabjari Klungkung terkesan "jalan di tempat".

Lantaran hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ), tidak kunjung turun.

Kepala Cabang Kejaksaan Nusa Penida I Putu Gede Darmawa Hadi Seputra mengungkapkan, pihaknya sedang menunggu dengan sabar hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Padahal audit itu telah lama diusulkan.

" Yang jelas kami dari Kejaksaan sudah mengajukan permohonan audit oleh BPKP terkait perkara yang kami lakukan penyelidikan," ujar I Putu Gede Darmawa Hadi Seputra, Rabu 7 Juli 2021.

Baca juga: Satgas Covid-19 Klungkung Perketat Pintu Masuk Klungkung, 143 Pengendara Diminta Putar Balik

Hal ini membuat kasus itu justru terkesan "jalan di tempat", dan banyak dipertanyakan masyarakat.

Pihak Kacabjari mengaku  pihaknya bahkan sudah dua kali melayangkan surat ke BPKP sejak Januari 2021, tapi hasil audit itu sampai sekarang belum turun

" Yang jelas posisi saya saat ini masih menunggu hasil audit," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus itu mencuat setelah oknum petugas PDAM di Nusa Penida, diduga memalsukan kwitansi terkait penjualan air yang menggunakan sarana mobil tangki.

Modusnya, hasil penjualan mobil tangki ini tidak disetorkan secara menyeluruh ke pusat, yakni ke PDAM Klungkung oleh oknum tersebut.

Oknum petugas PDAM di Nusa Penida justru diduga membuat kwitansi palsu yang sangat menyerupai aslinya.

Kwitansi tersebut tidak dimasukan ke sistem, sehingga PDAM Klungkung tidak bisa melihat hasil penjualan secara riil.

Praktek itu diperkirakan dilakukan sejak Mei 2018 sampai September 2019.

Dalam penyelidikam kasus itu, pihak kejaksaan sudah memeriksa lebih dari 20 saksi. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved