Berita Jembrana
Pemkab Jembrana Jamin Beasiswa Pendidikan Aurel hingga Lulus Perguruan Tinggi
Untuk memulihkan kondisi secara psikologis terhadap kejiwaan Aurel, dinilai perlunya pendampingan secara berkelanjutan.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pasca tenggelamnya kapal KMP Yunicee 29 Juni 2021 malam pekan lalu, beberapa penumpang menjadi korban, baik yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia juga beberapa diantaranya belum bisa ditemukan sampai saat ini.
Aurel, bocah 11 tahun yang merupakan salah satu dari 5 orang anggota keluarganya asal kabupaten Jembrana yang dinyatakan selamat, sedangkan satu meninggal dunia dan tiga lainnya hingga kini belum ditemukan.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bertemu dengan pihak PT. Jasa Raharja cabang Bali pada Rabu 7 Juli 2021.
Saat pertemuan yang berlangsung di Ruang VIP, Bupati yang juga didampingi Kajari Negara, Triono Rahyudi, Pj. Sekda I Made Budiasa.
Baca juga: Kunjungi Korban Karamnya KMP Yunicee, Bupati Tamba Nyatakan Siap Jadikan Aurel Anak Angkatnya
Untuk memulihkan kondisi secara psikologis terhadap kejiwaan Aurel, dinilai perlunya pendampingan secara berkelanjutan.
Disamping itu pemerintah kabupaten Jembrana juga akan mendukung dengan pemberian beasiswa kepada Aurel.
“Pasca peristiwa naas itu tentu menjadi tekanan psikis terhadap kejiwaan Aurel. Ini disebabkan saat kejadian seluruh anggota keluarganya meninggal dunia.
Maka dari itu, saya berharap Aurel senantiasa mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan. Dan juga pemberian beasiswa akan dilakukan,” ucapnya.
Tamba menambahkan, selain memastikan terpenuhinya hak sebagai korban kecelakaan, berjanji kalau pihaknya akan memberikan beasiswa kepada Aurel.
Aurel merupakan ahli waris dari keluarga korban. Apa yang menjadi hak-haknya itu sudah jelas harus diberikan.
“Namun, untuk keberlangsungan Aurel dalam pendidikan, kami sudah sepakat untuk memberikan beasiswa kepada Aurel sampai di perguruan tinggi (S1),” imbuhnya.
Bupati asal Desa Kaliakah itu menuturkan, selain beasiswa, nantinya pengusaha untuk dapat menerima Aurel sebagai pekerja apabila selesai mengenyam pendidikannya hingga jenjang perkuliahan. Mengingat kondisinya kini yang yatim piatu.
“Aurel ini tentu sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk para pengusaha di Indonesia ini. Untuk itu nanti, saat Aurel lulus kuliahnya silahkan mencari kerja dan para pengusaha juga kami mohonkan agar mau membantunya,” harapnya.
Sementara Kep Bagian operasional PT Jasa Raharja Cabang Bali, Lalu Saripudin mengaku, kalau selama ini musibah yang menimpa Aurel sebenarnya sudah menjadi perhatian pihak PT. Jasa Raharja.
Masalah Aurel ini sudah menjadi komitmen pihaknya dengan apa yang menjadi keinginan pemerintah kabupaten Jembrana.
Baca juga: Kisah Korban Selamat KMP Yunicee, Kakek, Ayah dan Dua Saudara Aurel Belum Ditemukan
Hal ini disebabkan, semua orang yang ada dalam kapal ketika mengalami musibah menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Jasa Raharja.
“Sudah menjadi komitmen kami untuk Aurel dan selaras denga keinginan Pemkab Jembrana terhadap Aurel (sebagai ahli waris dan korban),” bebernya. (*)
Artikel lainnya di Berita Jembrana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-tamba-dan-pt-jasa-raharja-rabu-7-juli-2021.jpg)