Breaking News:

Berita Klungkung

Belum Kembalikan Penyertaan Modal Sejak 2011, 4 Koperasi di Klungkung Ini Tidak Jelas Keberadaanya

Empat koperasi di Klungkung, Bali, hingga saat ini belum mengembalikan penyertaan modal sejak tahun 2011

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
DPRD Klungkung
Rapat gabungan antara Pemkab dan DPRD Klungkung, Senin 5 Juli 2012 lalu. Rapat ini juga sempat membahas prihal tunggakan pengembalian penyertaan modal oleh 4 koperasi - Belum Kembalikan Penyertaan Modal Sejak 2011, 4 Koperasi di Klungkung Ini Tidak Jelas Keberadaanya 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Empat koperasi di Klungkung, Bali, hingga saat ini belum mengembalikan penyertaan modal sejak tahun 2011.

Hal ini pun menjadi temuan BPK setiap tahunnya.

Pemkab Klungkung yang tengah mengupayakan pengembalian mengaku kesulitan, karena koperasi itu sudah tidak jelas keberadaannya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, I Wayan Ardiasa menyatakan, total penagihan piutang empat koperasi itu mencapai Rp 430 juta.

Baca juga: 66 Koperasi Sudah Tak Beroperasi di Buleleng, Anggota Dewan Desak Cabut Badan Hukumnya

Empat koperasi itu antara lain KSU Mandiri yang mendapatkan penyertaan modal Rp 125 juta, KSU Dharma Arta yang mendapatkan penyertaan modal Rp 75 juta, KSU Artha Buana yang mendapatkan penyertaan modal Rp 102 juta, dan Kopwan Sri Arta yang mendapatkan penyertaan modal Rp 125 juta.

“Itu (tagihan) belum diputihkan. Kami tetap akan berusaha melakukan penagihan. Kami selalu berkoordinasi dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang),” ujar Ardiasa, Rabu 7 Juli 2021.

Menurut Ardiasa, sebenarnya pihaknya sudah melakukan penagihan sejak tahun 2017 lalu.

Prosedur pun telah ditempuh.

Namun dinas mengalami kesulitan karena koperasinya sudah tidak ada dan pengurusnya sudah bubar.

"Penagihan tetap akan dilakukan oleh KPKNL. Mereka (KPKNL) kan punya cara tersendiri. Kami tetap koordinasi,” ungkapnya.

Masalah ini juga sempat menjadi perhatian Fraksi Gerindra saat rapat gabungan bersama Pemkab, Senin 5 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Sikapi Keluhan Nasabah, Dinas Koperasi Gianyar Akan Panggil Pengurus Koperasi GASB

Suwirta bahkan sempat meminta dinas untuk melakukan penagihan melibatkan aparat penegak hukum.

Selain koperasi, tiga Lembaga Perkreditan Desa (LPD) juga nunggak pengembalian dana penyertaan modal.

LPD Desa Adat Kutampi, LPD Desa Adat Dawan Wewidangan Klod dan LPD Desa Adat Tihingan, masing-masing mendapatkan kucuran dana dari Pemkab Klungkung Rp 50 juta. (*).

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved