Breaking News:

Corona di Bali

Langgar Protokol Kesehatan, 14 WNA Terjaring Operasi Yustisi PPKM Darurat di Canggu

Dari kegiatan Operasi Yustisi PPKM terdapat 14 orang Warga Negara Asing (WNA) yang melanggar protokol kesehatan.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana operasi Yustisi Pelaksanaan PPKM Darurat di Canggu yang diadakan oleh tim gabungan, Kamis 8 Juli 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG -  Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham Bali) turut bergabung bersama instansi lainnya dalam operasi Yustisi Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Kecamatan Kuta Utara, Kamis 8 Juli 2021 sore kemarin.

Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk pun turut turun langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, I Nyoman Gede Surya Mataram; dan Tim Inteldakim Kantor Imigrasi, Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

Kegiatan operasi tersebut diadakan di simpang Jl. Batu Mejan, Canggu, Kuta Utara dimulai sekira pukul 15.00 WITA dan berakhir 17.30 WITA.

Baca juga: Pemprov Bali Akui PPKM Darurat Belum Sesuai Harapan, Wajib Tutup Jam 20.00!

"Dalam operasi yustisi PPKM pada hari ini difokuskan pada penegakan protokol kesehatan (prokes) berupa pemakaian masker bagi pengguna jalan yang tidak menjalani prokes menggunakan masker," ujar Jamaruli Manihuruk disela kegiatan berlangsung.

Ia menambahkan dari kegiatan Operasi Yustisi PPKM terdapat 14 orang Warga Negara Asing (WNA) yang melanggar protokol kesehatan.

Bagi pelanggar dikenakan tindakan, baik teguran lisan, pembayaran denda, maupun Surat Tanda Penerimaan (STP) Paspor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Imigrasi.

Baca juga: Kebijakan Baru PPKM Darurat di Bali: Jam Operasional Sampai Pukul 20.00 WITA, Lampu Jalan Dipadamkan

"Terdapat tiga orang WNA yang diduga melanggar protokol kesehatan juga diduga melanggar UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Mereka di antaranya berkewarganegaraan Irlandia, Amerika Serikat dan Rusia," imbuh Jamaruli Manihuruk.

Lebih lanjut ia menyampaikan kepada yang bersangkutan ketiganya diwajibkan hadir di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kalau sudah ada bukti pelanggaran ya kita akan deportasi. Kalau nanti dari hasil penyelidikan dari Satpol PP mengeluarkan bukti pelanggaran semacam tilang kalau di lalu lintas ya sudah kita pulangkan saja," tegasnya.

Baca juga: Siap Tindak Pelanggar Prokes di Masa PPKM Darurat, Satpol PP Provinsi Bali Bentuk Tim Reaksi Cepat

Selain 14 WNA yang terjaring operasi Yustisi Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terdapat juga 3 orang Warga Negara Indonesia (WNI).

Turut hadir dalam operasi Yustisi tersebut Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai; Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana; Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana; Kasatpol PP Kabupaten Badung IGA Ketut Suryanegara.(*)

Berita lainnya di PPKM Darurat

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved