Breaking News:

Berita Banyuwangi

Mobilitas Warga Tinggi, Satgas Lakukan Penyekatan di Empat Titik Kota Singaraja

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh pemerintah pusat lewat citra satelit, tingkat mobilitas warga di wilayah perkotaan masih cukup tinggi

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas saat melakukan penyekatan di wilayah perkotaan, tepatnya di simpang Banyuasri, Jumat 9 Juli 2021 pagi. Penyekatan dilakukan untuk mengurangi mobilitas warga 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh pemerintah pusat lewat citra satelit, tingkat mobilitas warga di wilayah perkotaan masih cukup tinggi selama penerapan PPKM Darurat.

Untuk itu, satgas kabupaten diminta melakukan penyekatan, tidak hanya di pintu-pintu masuk Buleleng, melainkan juga hingga di wilayah kota Singaraja. 

Atas instruksi tersebut, pada Jumat 9 Juli 2021 pagi, Satgas Buleleng terdiri dari Dishub Buleleng, Satpol PP Buleleng, dan TNI-Polri melakukan penyekatan di empat titik wilayah Kota Singaraja.

Baca juga: Pos Penyekatan di Bali Ditingkatkan dari 30 Jadi 39 Titik

Seperti di depan RTH Bung Karno Kecamatan Sukasada, Simpang Banyuasri, Perempatan Penarukan, serta di Perempatan Jalan Udayana. 

Penyekatan dilakukan khususnya pada pegawai pemerintahan yang menjalani Work From Home (WFH) seratus persen.

Sementara untuk pegawai sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan dapat menjalani Work From Office (WFO) namun maksimal hanya 50 persen.

"Jadi pegawai yang WFH tidak boleh keluar rumah. Kalau ada kepentingan mendesak di kantor, pimpinannya harus membuatkan surat tugas."

Baca juga: Sebelum Tewas Kecelakaan, Perbekel Gerokgak Sempat Mendatangi Polres Buleleng Sampaikan Klarifikasi

"Untuk masyarakat umum juga harus menunjukan kartu vaksinnya kalau mau keluar rumah dan kepentingannya harus jelas. Ini yang kami periksa, untuk mengurangi mobilitas warga," ucapnya. 

Selain membangun pos penyekatan di wilayah kota, sebagai upaya untuk mengurangi mobilitas warga, pihaknya juga memutuskan untuk mematikan setengah lampu penerang jalan, serta wifi yang ada di fasilitas umum, mulai pukul 20.00 wita.

"Jadi kami imbau kepada masyarakat, kalau tidak penting sekali harus stay at home. Sebab penularan Covid sangat tinggi," terangnya. 

Baca juga: 67 Ribu Anak Usia 12-17 Tahun di Buleleng Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Sementara terkait penyekatan di pintu-pintu masuk Buleleng, dilakukan di 11 titik di antaranya di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada, di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula, Desa Tajun Kecamatan Kubutambahan, PPI Sangsit Kecamatan Sawan, Desa Busungbiu, Pelabuhan Celukan Bawang, serta di Labuan Lalang Desa Sumberklampok Kecamatan Gerokgak.

Pos sekat di pintu-pintu masuk buleleng ini dibangun untuk memantau pelaku perjalanan antar daerah, berupa pengecekan surat hasil rapid test dan kartu vaksinasi. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved