Breaking News:

Berita Karangasem

Wayan Sudiartini Jadi Korban Tabrak Lari, Perbekel Widiasa Minta Evaluasi Pemadaman Listrik

Wayan Sudiartini Jadi Korban Tabrak Lari, Perbekel Widiasa Minta Evaluasi Pemadaman Listrik

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Aloisius H Manggol
tribunnews
ilustrasi: Diduga korban tabrak lari 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ni Wayan Sudiartini ditemukan tergeletak dengan kondisi patah kaki dan luka di pinggir Jalan Raya Rendang - Klungkung, tepatnya di Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem, Jumat (9/7/2021).

Wanita asal Desa Pesaban itu ditemukan sekitar pukul 05.00 wita.

Perbekel Desa  Pesaban, I Gede Widiasa, mengatakan, yang bersangkutan ditemukan tergeletak sekitar pukul 05.00 wita dengan kondisi patah kaki.

Dari informasi warga, korban ditabrak sepeda motor Nmax yang melintas. 

Baca juga: Lagi, Minimarket Dibobol Maling di Bali, Ratusan Bungkus Rokok Digondol Maling

Sayangnya, saksi tidak melihat nomor polisi (nopol) kendaraan karena gelap.

"Awalnya korban hendak membeli kebutuhan rumah di warung. Disaat akan menyebrang, tiba - tiba datang kendaraan Nmax dari arah Rendang hingga menabrak warga. Setelah kejadian, kendaraan langsung lari. Warga  sempat lihat, tapi tidak melihat nopol motor," ungkap Widiasa, Jumat (9/7/2021).

Melihat kejadian tersebut warga langsung memberitahu  keluarga korban.

Sedangkan kendaraan yang menabrak  lari ke arah Klungkung.

Beberapa menit kemudian korban langsung dibawa ke RS Kabupaten Klungkung untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: Pelaku Tabrak Lari di Jalan Raya Sibang-Angantaka Diamankan Lantas Polres Badung

"Kaki korban patah dan alami luka-luka," tambah I Gede Widiasa.

Pihaknya berharap, kepolisian segera mencari pelaku tabrak lari.

Mengingat si korban mengalami luka parah.

Kebijakan pemerintah tentang pemadaman  lampu penerang jalan umum dari pukul 20.00 sampai 05.00 wita perlu dievaluasi.

Mengingat masyarakat sudah beraktivitas sejak pukul 04.00 wita.

"Saya mendukung  kebijakan pemerintah dalam penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakt (PPKM). Untuk lampu penerang jalan dinyalakan pukul 04.00 wita dikarenakan warga sudah beraktivitas. Saat pagi aktivitas disekitar Desa sudah padat," tambah Widiasa, sapaannya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved