Breaking News:

Berita Internasional

Sydney Lockdown, Pemerintah Australia Ingatkan Risiko Terburuk Imbas Lonjakan Kasus Covid-19

ada 50 kasus baru penularan komunitas di negara bagian terpadat di negara itu, naik dari 44 kasus sehari sebelumnya, rekor tertinggi sebelumnya

Editor: Wema Satya Dinata
REUTERS/Loren Elliott
ILUSTRASI. Lockdown di Sydney, Australia. 

TRIBUN-BALI.COM - Negara bagian New South Wales Australia melaporkan kenaikan kasus harian Covid-19 terbesar tahun ini yang didapat dari transmisi lokal pada Sabtu 10 Juli 2021.

Selanjutnya pihak berwenang memperingatkan kondisi lebih buruk mungkin akan terjadi di Sydney, yang sedang ada dalam penguncian (lockdown) selama tiga minggu.

Mengutip Reuters, ada 50 kasus baru penularan komunitas di negara bagian terpadat di negara itu, naik dari 44 kasus sehari sebelumnya, rekor tertinggi sebelumnya di tahun 2021.

Ini membuat wabah varian Delta tercatat menjadi 489 kasus.

Dari kasus-kasus hari Sabtu, 26 adalah orang-orang yang telah menghabiskan waktu di komunitas ketika mereka menular, memperdalam kekhawatiran bahwa penguncian lebih dari 5 juta orang di Sydney dan sekitarnya akan diperpanjang.

Baca juga: 10 Kebijakan Baru Inggris yang Berencana Mengakhiri Lockdown Pada 19 Juli 2021

"Ketika Anda tahu bahwa ada 26 kasus menular di masyarakat, satu-satunya kesimpulan yang dapat kami tarik adalah bahwa keadaan akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik," kata Perdana Menteri negara bagian Gladys Berejiklian dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

"Saya pikir cukup jelas bahwa kecuali kita mengurangi tingkat orang di komunitas yang menular, kita tidak akan dapat membalikkan keadaan secepat yang kita bisa atau secepat yang seharusnya."

Ada 47 kasus di rumah sakit, atau sekitar satu dari 10 orang terinfeksi dalam wabah saat ini.

Dari jumlah tersebut, 19 orang berusia di bawah 55 tahun dan 16 orang berada dalam perawatan intensif, termasuk seorang remaja.

Tidak ada orang yang divaksinasi lengkap yang memerlukan perawatan di rumah sakit dan 79% dari mereka yang dirawat belum mendapat dosis apa pun, kata otoritas kesehatan.

Vaksinasi tersedia di Australia untuk saat ini hanya untuk orang berusia di atas 40 tahun dan mereka yang berada dalam kelompok berisiko baik karena kesehatan atau pekerjaan mereka.

Negara ini telah bernasib jauh lebih baik daripada banyak negara maju lainnya dalam menjaga angka Covid-19 relatif rendah, tetapi peluncuran vaksinasinya termasuk yang paling lambat karena kendala pasokan dan perubahan saran medis untuk AstraZeneca andalannya.(*)

Artikel lainnya di Berita Internasional

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved