Breaking News:

Berita Gianyar

Disdik Gianyar Road Show, Sosialisasikan Instruksi Bupati, Sadra: Melanggar, Tanggung Jawab Sendiri

Dinas Pendidikan Gianyar telah menindaklanjuti instruksi Bupati Gianyar tentang peniadaan pungutan Penerimaan Siswa Didik Baru

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, Wayan Sadra - Disdik Gianyar Road Show, Sosialisasikan Instruksi Bupati, Sadra: Melanggar, Tanggung Jawab Sendiri 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Pendidikan Gianyar telah menindaklanjuti instruksi Bupati Gianyar tentang peniadaan pungutan Penerimaan Siswa Didik Baru (PSDB).

Di mana hal tersebut telah ditindaklanjuti dengan melakukan road show ke setiap kecamatan sejak Sabtu 10 Juli 2021 kemarin.

Disdik Gianyar tidak mau bertanggung jawab atas sanksi jika ada sekolah yang mengabaikan instruksi Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, Wayan Sadra mengatakan, begitu instruksi tersebut turun, pihaknya langsung menindaklanjuti.

Baca juga: Keluarkan Instruksi Tiadakan Pungutan Sekolah, Bupati Gianyar: Jangan Sampai Anak Kita Putus Sekolah

Di mana pada Sabtu kemarin, ia telah turun ke setiap kecamatan untuk mensosialisasikan instruksi tersebut.

"Kita sudah road show, kemarin kita ke kecamatan Payangan, Tegalalang, dilanjutkan Tampaksiring dan Ubud sudah kita selesaikan kemarin. Kita datangi per kecamatan. Tadi, di kecamatan Sukawati. Sekarang saya sedang duduk minum air di SDN 2 Blahbatuh, sebentar lagi dilanjutkan ke SD 1 Gianyar," ujarnya, Minggu 11 Juli 2021.

Dia menegaskan, instruksi tersebut sama sekali tidak akan ada dampak terhadap proses pembelajaran.

"Intinya tidak ada masalah, memang di SD juga selama ini tidak ada yang mungut. Yang di SMP kalaupun ada, saya sudah tegaskan pada hari ini juga dikembalikan. Kalau tidak dikembalikan, risikonya saya tidak mau bertanggung jawab,"

"Tidak adanya pungutan ini tidak ada mengganggu sistem pembelajaran. Yang dipungut selama ini hanya pakaian, dan itupun bukan sekolah yang mewajibkan. Tetapi orangtua itu nitip aja agar sekolah yang belikan pakaian. Tidak ada pengaruh proses pembelajaran. Karena proses pembelajaran ditanggung dana bos. Uang gedung, dari dulu juga tidak ada uang gedung. Sekolah negeri dari dulu tidak ada uang gedung," tandasnya.

Lalu bagaimana nasib siswa yang tidak sekolah di SD atau SMP negeri di Gianyar?

Jro Sadra sapaannya mengatakan, pihaknya menyerahkan pada orangtua siswa.

Sebab, bersekolah di swasta atau negeri itu merupakan pilihan orangtua.

Baca juga: Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun di Denpasar Dimulai, Siswa Sudah Kangen Berangkat ke Sekolah

"Kita serahkan sama orangtuanya. Karena orangtua berkewajiban memilih atau mencarikan anaknya sekolah. Pemerintah tidak berani memaksa dia harus sekolah dimana, tergantung mereka. Kalau mereka memilih negeri, di sinilah pemerintah turun, bertanggung jawab. Kalau memang orangtuanya mengarahkan anaknya ke swasta, itu hak orangtua. Intinya, kalau mereka menyekolahkan anaknya di negeri, pemerintah bertanggung jawab atas mereka," tandasnya. (*).

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved