Breaking News:

Berita Buleleng

Merasa Usahanya Masuk Sektor Esensial, Kadek Ariasih Keberatan Konter HPnya Ditutup

Menurutnya, dalam instruksi Mendagri usaha yang ia miliki  masuk dalam sektor esensial, karena untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Salah satu pemilik counter HP di kota Singaraja, Ni Kadek Ariasih saat menyampaikan rasa keberatan dengan petugas Satpol PP Buleleng, lantaran usahanya ditutup pasca terbitnya SE Gubernur Bali terbaru, Minggu (11/7/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah pemilik konter HP yang ada di Kota Singaraja mengaku kebingungan.

Pasalnya, setelah terbitnya SE terbaru dari Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2021, sejumlah petugas gabungan pada Minggu (11/7/2021) meminta  konter-konter HP agar tidak beroperasi selama PPKM Darurat.

Salah satu pemilik konter HP di kota Singaraja, Ni Kadek Ariasih mengaku ada kerancuan terhadap pemahaman sektor esensial dan non esensial dari SE yang dikeluarkan. 

Menurutnya, dalam instruksi Mendagri usaha yang ia miliki  masuk dalam sektor esensial, karena untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat.

Baca juga: Aturan Baru PPKM Darurat di Bali, Berikut Pengertian Sektor Esensial, Non Esensial dan Kritikal

Ia pun sempat berdebat dengan sejumlah petugas gabungan.

"Yang masuk sektor esensial itu kan salah satunya Teknologi Informasi dan Komunikasi. Meliputi operator seluler, data center, internet, pos dan media. Usaha saya kan menjual  paket internet dan kartu provider, berarti masuk dalam sektor esensial. Jadi yang mana yang benar? " keluhnya.

Sementara Sekda Buleleng Gede Suyasa mengaku belum menerima laporan dari Satpol PP Buleleng,  terkait adanya rasa keberatan dari salah satu pemilik konter HP tersebut. 

Suyasa pun menjelaskan, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali terbaru, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial ditutup, atau diberlakukan 100% Work From Home  (WFH).

Selain itu pelaksanaan resepsi pernikahan juga ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat.

Sektor non esensial yang dimaksud diantaranya toko pakaian, toko sepatu, toko seluler, dan toko peralatan rumah tangga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved