Breaking News:

Berita Klungkung

Hibah Ngaben Massal di Klungkung Dianggarkan Rp 2,3 Miliar, Beberapa Calon Penerima Tunda Pengabenan

Kabupaten Klungkung, Bali, menganggarkan Rp 2,3 miliar untuk hibah upacara ngaben massal pada tahun 2021.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ilustrasi ngaben - Hibah Ngaben Massal di Klungkung Dianggarkan Rp 2,3 Miliar, Beberapa Calon Penerima Tunda Pengabenan 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kabupaten Klungkung, Bali, menganggarkan Rp 2,3 miliar untuk hibah upacara ngaben massal pada tahun 2021.

Meskipun demikian, karena PPKM Darurat, ada beberapa calon penerima hibah yang menunda pelaksanaan ngabennya.

Kepala Bidang Tradisi dan Sejarah Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Klungkung, I Wayan Sudarma menjelaskan, secara umum Pemkab Klungkung pada tahun 2021 ini telah menganggarkan hibah ngaben massal Rp2,3 Miliar.

Jumlah ini terdiri dari usulan proposal yang masuk tahun 2019 dan 2020.

Baca juga: Desa Adat Padangsambian Denpasar Gelar Ngaben Massal, Sederhana Tetapi Tidak Mengurangi Makna

"Jadi proposal yang usulan tahun 2019, dan pelaksanaannya 2020 sempat tertunda karena refocusing anggaran akibat pandemi. Sehingga pencairannya baru bisa tahun 2021 ini," ungkap Wayan Sudarma, Senin 12 Juli 2021.

Ia menjelaskan, hibah ngaben ini dialokasikan Rp 3 juta per sawa (jenazah).

Pencairannya pun pada dewasa ayu pengabenan, yang biasanya terlaksana antara bulan Juni sampai September.

Namun untuk proposal usulan tahun 2019, terkena refocusing anggaran yang mencapai 50 persen.

"Misal seperti pengabenan kelompok masyarakat di Gunaksa. Seharusnya total dapat hibah ngaben yang diterima Rp 150 juta, tapi karena refocusing jadi Rp 75 juta. Yang refocusing ini yang usulan proposal 2019, dan realisasi 2020. Karena memang tahun 2020 yang paling gencar refocusing anggaran,"ungkap Sudarma.

Sementara itu, mengingat situasi PPKM Darurat, ada beberapa kelompok calon penerima hibah yang harus menunda ngaben mereka.

Mereka sudah menandatangani surat pernyataan, sehingga usulannya ditunda untuk realisasi tahun 2022 mendatang.

"Ada penerima hibah yang ngabennya juga mundur karena situasi pandemi seperti ini. Ada yang mundur tahun 2022, ada juga yang sampai waktu yang belum ditentukan. Yang mundur ini, kami alokasikan lagi hibah ngabennya untuk tahun berikutnya sesuai dengan kemampuan anggaran daerah," jelasnya.(*).

Baca juga: TERKINI Begini Suasana Ngaben Kalaksa BPBD Badung, Keluarga Hingga Kerabat Masih Dirundung Duka

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved