Breaking News:

Berita Klungkung

Tenaga Kontrak Klungkung Diresahkan dengan Isu Refocusing Anggaran, Ini Penjelasan Bupati Suwirta

Beberapa tenaga kontrak diresahkan dengan adanya isu refocusing anggaran untuk upah tenaga kontak dan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) PNS. 

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Beberapa tenaga kontrak diresahkan dengan adanya isu refocusing anggaran untuk upah tenaga kontak dan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) PNS. 

Seperti yang diungkapkan salah seorang tenaga kontrak, I Putu S (26).

Dirinya takut penghasilannya yang kecil sebagai tenaga kontrak di Pemkab Klungkung, justru berkurang karena refocusing/penyesuaian anggaran.

Putu S mengaku, dirinya setiap bulannya menerima upah tidak lebih dari Rp1,5 juta sebagai tenaga kontrak.

Baca juga: Hibah Ngaben Massal di Klungkung Dianggarkan Rp 2,3 Miliar, Beberapa Calon Penerima Tunda Pengabenan

Jumlah itu menurutnya masih sangat kurang, untuk memenuni kebutuhan sehari-hari selama sebulan.

Apalagi dalam situasi sulit seperti pandemi dan PPKM darurat seperti saat ini.

" Saya hanya mengandalkan gaji (upah) itu saja untuk sehari-hari. Mau kerja lain juga susah situasi seperti ini," ungkapnya.

Ia mengaku khawatir, jika upahnya ituharus berkurang karena terkena refocusing atau penyesuaian anggaran. Apalagi beberapa hari terakhir, isu ini sudah santer beredar di Pemkab Klungkung.

Baca juga: Edukasi Prokes Saat PPKM Darurat, Polres Klungkung Bagikan Masker Serta Vitamin ke Lansia

" Gaji (upah) kecil, masa terkena potongan lagi karena refocusing anggaran. Padahal tidak dipotong saja, sudah susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat dikonfirmasi, membantah jika dikatakan memangkas upah tenaga kontrak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved