Breaking News:

Berita Denpasar

Pengedar Shabu Dicokok BNNP Bali, Dua Paket Shabu Dimasukkan Dalam Paket Kiriman Tas Wanita

Paket asal Jakarta tersebut ditujukan kepada tersangka, Dede (25) asal Batuagung, Jembrana, Bali yang berperan sebagai pengedar narkoba.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
Adrian Amurwonegoro
Tersangka pengedar narkoba jenis shabu, Dede (25) dihadirkan dalam press release di Kantor BNNP Bali, Selasa 13 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis Shabu seberat sekira 100 gram melalui perusahaan jasa titipan (ekspedisi), saat paket narkoba asal Jakarta tersebut tiba didistribusikan di Bali.

BACA JUGA: Kodam IX/Udayana Jalani Pray From Home, Sebagai Upaya Spiritual Agar Pandemi Covid-19 Berakhir

Paket asal Jakarta tersebut ditujukan kepada tersangka, Dede (25) asal Batuagung, Jembrana, Bali yang berperan sebagai pengedar narkoba.

"Dede ditangkap oleh tim Opsnal BNNP Bali sesaat setelah pelaku mengambil dari perusahaan jasa titipan," papar Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra S.H. M.Si, dalam press release di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Bali pada Selasa 13 Juli 2021.

"Pelaku mengaku mengedarkan shabu dengan alasan kesulitan ekonomi di masa pandemi," sambungnya.

Pelaku Dede ditangkap di TKP tepat di depan kantor perusahaan jasa ekspedisi di Jalan Raya Kapal, Mengwi, Badung, Bali pada Rabu 30 Juni 2021.

Dede kedapatan menguasi barang bukti barkoba tersebut.

Dari tersangka, petugas berhasil mengamankan dua paket Shabu masing - masing seberat 99,07 gram dan 95,82 gram.

Selain itu, diamankan pula satu unit sepeda motor dan satu unit handphone.

Kemudian kepada petugas, tersangka mengaku paket shabu tersebut akan dipecah menjadi beberapa paket kecil untuk diedarkan kembali ke pasaran.

"Modusnya disembunyikan dalam kompartemen tas wanita dalam paket kiriman tersebut. Perannya pengedar, tidak hanya sekali, pelaku beroperasi dengan sistem tempel memecah-mecah shabu jadi paket kecil, " ujar dia.

Atas perbuatannya, Dede kini harus meringkuk di sel tahanan BNNP Bali guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukumannya minimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved