Corona di Bali

Prihatin terhadap Terpuruknya Ekonomi Warga, Mahasiswa Se-Bali Gelar Aksi #WargaBantuWarga

Pengetatan mobilitas penduduk di Bali pada masa PPKM Darurat dengan menutup sektor non esensial dan pembatasan jam operasional pasti berdampak

Istimewa
Ilustrasi - Warga Bantu Warga 

“Hal ini dilaksanakan oleh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar yang juga berstatus sebagai bapak angkat kebersihan bagi 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Selasa 13 Juli 2021.

Lebih lanjut dijelaskan, yang menjadi pelaku usaha saat ini adalah sebagian besar masyarakat Kota Denpasar yang terdampak penerapan PPKM Darurat.

“Kami sangat memahami kesulitan perekonomian masyarakat akibat diberlakukan PPKM darurat. Tetapi ini adalah untuk kesehatan dan keselamatan kita bersama, wajib mengikuti peraturan pembatasan kegiatan masyarakat dalam upaya mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga kasus bisa melandai,” katanya.

Baca juga: Sektor Non Esensial Ditutup Saat PPKM Darurat, Dewan Bali:Kalau Tak Bekerja Bagaimana Bertahan Hidup

“Jadi kita di jajaran pemerintah lah yang garusin, bantu UMKM kita di desa/kelurahan, kalau bisa sebelum ditertibkan saat pukul 20.00 Wita. Kita yang beli, tokoh masyarakat yang berkenan juga mari kita ajak gotong royong di situasi saat ini, banyak yang kita bisa beli, ada nasi jinggo, cemilan, gorengan dan lainya,” imbuhnya.

Nantinya, belanjaan tersebut seperti nasi jinggo bisa disumbangkan ke Satgas Desa/Kelurahan.

Juga bisa diberikan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.

“Itu dilakukan selama PPKM darurat, jangan hanya sekali, tapi terus. Ini untuk membantu masyarakat yang mengais rezeki malam hari. Sebelum menutup harus ada garus,” katanya. (*)

Berita lainnya di PPKM Darurat

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved