Breaking News:

Berita Gianyar

Usaha Tak Jalan, Warga Lebih Fokus Melaut untuk Sambung Hidup

Tempat tinggal yang berada di kawasan pantai menjadi nilai lebih warga seputaran Pantai Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Karsiani Putri
Eri Gunarta
Usaha Tak Jalan, Warga Lebih Fokus Melaut untuk Sambung Hidup 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tempat tinggal yang berada di kawasan pantai menjadi nilai lebih warga seputaran Pantai Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali.

BACA JUGA: Ramalan Zodiak Senin 12 Juli 2021: 5 Zodiak Ini Diprediksi Akan Bernasib Mujur

Dimana saat PPKM Darurat yang menyebabkan pelanggan menurun menyebabkan para nelayan yang memiliki usaha makan di pesisir pantai kini memilih menutup warung makannya.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka pun kini lebih memilih untuk melaut.

Kelian Banjar Beten Kelod, Desa Lebih, Gianyar, Wayan Wirta, Selasa 13 Juli 2021 mengatakan saat ini pendapatan pedagang menurun sampai 80 persen, pendapatan dari sektor parkir juga mengalami penurunan sampai 80 persen. 

Dengan kondisi demikian untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, warganya sudah sangat bersyukur. 

"Secara umum pendapatan menurun sampai 80 persen untuk bisa hidup sehari-hari saja sudah sangat bersyukur," ujarnya.

Kata dia, di Pantai Lebih selama ini ada 40an pedagang kuliner.

Sebagian pedagang yang masih berjualan masih beroperasi namun, menyediakan stok makanan hanya 20 persen saja. 

"Pedagang tidak berani stok makanan yang banyak, pengunjung sangat sedikit. Ada pedagang yang memilih tutup warung, guna menghindari kerugian yang besar," ujarnya.

Para pemilik warung yang kini tutup, kata dia, memilih kembali ke kehidupan sebagai nelayan.

"Ada 200an nelayan di Desa Lebih, sedangkan sebelumnya yang aktif sekitar 120 nelayan. Saat ini nelayan yang aktif bertambah karena pekerjaan di darat sudah berebut dengan banyak orang seperti sebagai buruh atau tukang peluangnya sangat kecil disamping sangat sedikit warga yang membangun," ujarnya. 

Lalu, kemana hasil melaut tersebut dibawa, Wirta mengatakan, biasanya dijadikan lauk untuk keluarga.

Namun, jika hasilnya melimpah dijual ke pasar desa atau diambil pengepul. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved