Berita Denpasar

IMK Nekat Akhiri Hidupnya, Kasubbag Humas Polresta Denpasar: Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan

Seorang pria yang tinggal di Denpasar Timur, Bali, ditemukan meninggal dengan cara tidak wajar.

Gambar oleh Tammy Cuff dari Pixabay
Foto ilustrasi - IMK Nekat Akhiri Hidupnya, Kasubbag Humas Polresta Denpasar: Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pria yang tinggal di Denpasar Timur, Bali, ditemukan meninggal dengan cara tidak wajar.

Pria tersebut berinisial IMK (45), berprofesi sebagai buruh.

IMK ditemukan tergantung di kusen pintu kamar mandi pada Selasa 13 Juli 2021, sekitar pukul 21.00 Wita.

Mengenai hal ini Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi, membenarkan kejadian tersebut kepada Tribun Bali.

Baca juga: Seorang Pria Ditemukan Tewas di Denpasar, Diduga Nekat Mengakhiri Hidup Karena Masalah Keluarga

"Iya benar, kejadian di salah satu kos di Kelurahan Penatih. Pria tersebut ditemukan tergantung menggunakan tali plastik (tali sapi)," ujar Iptu Ketut Sukadi, Rabu 14 Juli 2021.

Lebih lanjut dalam keterangannya, saat ditemukan IMK masih tergantung menggunakan tali plastik, posisi IMK menghadap ke selatan, tanpa menggunakan baju.

IMK masih terlihat mengenakan celana pendek warna hitam garis putih, kaki sudah menyentuh lantai, di sebelah IMK juga terdapat ember cucian.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban (IMK), tali yang diikat pada leher menggunakan simpul hidup dan pada kemaluan mengeluarkan air mani," lanjutnya.

Menurut keterangan beberapa saksi di lokasi, petugas kepolisian mendapatkan informasi jika IMK tinggal di kos tersebut sudah dua tahun.

IMK diketahui tinggal bersama tiga anak perempuannya, sedangkan istrinya sudah lama meninggal.

Namun beberapa tetangga sempat mendengar jika IMK dan anak-anaknya sering ribut atau bertengkar hingga ketiga anaknya pergi dari kos.

Iptu Sukadi menjelaskan, IMK juga biasa sembahyang, namun pada hari Selasa 13 Juli 2021, saksi tidak melihat korban sembahyang.

"Untuk hasil sementara, dugaan korban (IMK) bunuh diri karena masalah keluarga. Jenazah setelah di periksa dibawa ke RSUP Sanglah," tambah Iptu I Ketut Sukadi.(*).

Baca juga: Kerap Berhalusinasi, Warga Mas Ubud Ditemukan Tewas Gantung Diri

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Denpasar
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved