Berita Denpasar

Mobilitas Warga Menurun Hingga 20 Persen, Jaya Negara Berharap PPKM Darurat Tak Diperpanjang

Pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Denpasar dianggap berhasil menurunkan mobilitas warga.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Denpasar dianggap berhasil menurunkan mobilitas warga.

BACA JUGA: Kodam IX/Udayana Jalani Pray From Home, Sebagai Upaya Spiritual Agar Pandemi Covid-19 Berakhir

Bahkan penurunannya mencapai 10 hingga 20 persen.

Penurunan paling signifikan ini terjadi dengan adanya tambahan jam malam.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara saat diwawancarai Rabu, 14 Juli 2021 seusai penyerahan BLT di halaman kantor Wali Kota Denpasar.

“Memang melihat dengan adanya PPKM Darurat dan didukung dengan tambahan Surat Edaran tentang jam malam, secara jujur memang disampaikan Pak Menko Marves (Luhut Binsar Panjaitan) mobilitas menurun. Malahan di Kota Denpasar memang menurun 10 sampai 20 persen sedangkan di kabupaten lain masih belum,” kata Jaya Negara.

Jaya Negara pun mengajak semua pihak berkomitmen agar kasus positif Covid-19 di Denpasar terus menurun.

Sehingga dengan terkendalinya kasus positif Covid-19 rencana perpanjangan PPKM Darurat tak jadi.

“Kami berharap, berdoa juga sampai 20 Juli kasus bisa terkendali sehingga PPKM tidak diperpanjang. Makanya harus komitmen bersama bagaimana mendukung kebijakan pemerintah pusat ini, astungkara bisa terkendali, kita cepat kembali,” katanya.

Dalam penerapan PPKM Darurat ini pintu masuk Kota Denpasar disekat di 11 titik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan adapun pos penyekatan pintu masuk Denpasar, yakni Pos Jalan Ahmad Yani Utara, Pos Jalan Nangka Utara, Pos Jalan Seroja, dan Pos Jalan Trengguli Penatih.

Juga Pos Umanyar Ubung Kaja, Pos Jalan Gunung Sanghyang, Pos Jalan Gatsu Barat-Jalan Kebo Iwa, Jalan Teuku Umar Barat – Jalan Gunung Salak, Jalan Prof. IB Mantra Biaung, Jalan Sunset Road-Jalan Kunti, serta Jalan Tohpati.

“Penyekatan dilakukan kepada masyarakat yang datang dari daerah penyangga, yakni Badung, Gianyar dan Tabanan,” katanya.

Ia menambahkan, di titik-titik tersebut akan dilaksanakan pemeriksaan surat keterangan vaksin, surat keterangan rapid antigen untuk warga luar Bali serta surat penugasan kerja bagi yang bekerja di Denpasar.

“Sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri, Surat Edaran Gubernur ada beberapa sektor yang menjalankan WFO untuk sektor esensial dan sektor non esensial semua WFH,” katanya.

Jika ada yang mengaku bekerja namun, tak bisa menunjukkan surat tugas maka akan diputar balik.

“Tanpa tujuan jelas tentu akan kami putar balik. Kendaraan luar Bali, baik kendaraan barang, bus sesuai aturan harus membawa surat antigen,” katanya.

Sementara itu, Kadishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan bagi mereka yang datang dari luar Bali wajib melakukan isolasi mandiri.

“Jangan keluar rumah dulu bagi yang baru datang dari luar Bali. Minimal diam di rumah 3 hari,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved