Breaking News:

Berita Bali

News Analysis : Dampak Sosial-Ekonomi PPKM Darurat Bali Menurut Pandangan Sosiolog

sejatinya masyarakat patuh kepada pemerintah, asalkan pemerintah bisa menjamin bantuan sosial benar-benar mengalir dan sampai ke tangan masyarakat

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Sosiolog Universitas Udayana Bali, Wahyu Budi Nugroho 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Belum usai masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kini muncul wacana PPKM Darurat diperpanjang hingga 6 Minggu.

Tentu wacana ini pun langsung viral di sosial media dan disambut riuh komentar kalangan masyarakat

Bahkan, tak sedikit dari mereka menumpahkan keluh kesahnya, bukan pada PPKM Darurat, akan tetapi lebih bagaimana upaya pemerintah untuk menjamin kelangsungan kebutuhan hidup masyarakat di tengah segala keterbatasan yang termuat dalam aturan ini.

Lantas dari kacamata pengamat seperti apakah dampak sosial-ekonomi PPKM Darurat dan apakah layak PPKM Darurat diperpanjang.

Baca juga: Terkait Wacana PPKM Darurat Diperpanjang 6 Minggu, GPEI Bali : Tambah Parah 

Sosiolog Universitas Udayana Bali, Wahyu Budi Nugroho angkat bicara mengenai hal ini.

Menurutnya, sejatinya masyarakat patuh kepada pemerintah, asalkan pemerintah bisa menjamin bantuan sosial benar-benar mengalir dan sampai ke tangan masyarakat.

Sebab apabila tidak ada bantuan dari pemerintah, terlebih Bali yang batal melakukan pembukaan pariwisata, hal ini bisa menimbulkan kelelahan psikis bagi masyarakat.

"Hal pertama yang paling dirasakan masyarakat Bali terhadap kebijakan PPKM Darurat ini tentu adalah kelelahan psikis," kata Wahyu melalui sambungan telepon kepada Tribun Bali, Rabu 14 Juli 2021.

Lanjut dia, setelah sebelumnya di awal bulan Juli 2021 ada rencana pembukaan pariwisata Bali yang membuat masyarakat bisa sedikit bernapas lega, ternyata masyarakat harus menuai kekecewaan karena rencana itu dibatalkan, dan kini justru harus menerapkan pembatasan sosial secara lebih ketat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved