Breaking News:

Berita Bali

Pangdam IX/Udayana Instruksikan Isolasi Terpusat Pasien Covid-19 dan Tak Lagi Isoman, Ini Alasannya

Bukan tanpa alasan, Pangdam menginstruksikan hal itu agar pasien Covid-19 dapat terpantau dan tertangani perawatannya dengan optimal

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Dok. Pendam IX/Udayana
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam rakor bersama para Dandin jajaran, dari Ruang Airlangga Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Rabu 13 Juli 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk isolasi pasien positif Covid-19 secara terpusat.

Bukan tanpa alasan, Pangdam menginstruksikan hal itu agar pasien Covid-19 dapat terpantau dan tertangani perawatannya dengan optimal.

Maruli menekankan agar para Dandim dapat mengajak Pemda dan berkoordinasi dengan Polri serta mengerahkan seluruh personel atau Babinsanya agar pasien yang positif dapat diisolasi secara terpusat di tempat-tempat yang telah ditentukan.

Hal ini disampaikan Pangdam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Video Conference (Vidcon) bersama para Dandin jajaran, dari Ruang Airlangga Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Rabu 13 Juli 2021.

Baca juga: Pangdam IX/Udayana Pastikan Kegiatan Serbuan Vaksinasi Mengikuti Prokes

"Untuk tempat isolasi terpusat yang disiapkan seyogyanya memiliki sirkulasi udaranya yang baik dan ada tempat luas atau halaman untuk berjemur," kata Maruli.

Pangdam berharap kedepan tidak ada lagi isolasi mandiri (Isoman) untuk pasien yang positif tetapi isolasinya secara terpusat sehingga pasien yang aktif bisa terpantau dan diobati dengan maksimal.

Sementara itu, terkait pendistribusian obat-obatan yang diserahkan oleh Pemerintah Pusat kepada TNI, Pangdam mengungkapkan, bahwa isolasi terpusat juga dilaksanakan guna memudahkan dalam pembagian obat-obatan bantuan pemerintah pusat.

"Dengan selalu berkoordinasi bersama Pemerintah Daerah, sehingga kepercayaan pemerintah tersebut agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Lakukan tes PCR setelah 10 hari pasien aktif masuk ke tempat isolasi terpusat, setelah itu lakukan tes PCR secara berkala.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved