Breaking News:

Berita Bali

Terkait Pembatasan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Ditjen Hubdat Kemenhub Lakukan Pemantauan PPDN

Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun melakukan pemantauan untuk keberlangsungan pembatasan hingga 20 Juli 2021

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Pengecekan oleh Ditjen Hubdat di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu 14 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Perjalanan bagi pengendara baik roda dua, roda empat dan diatasnya lewat Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dibatasi mulai pukul 07.00 Wita hingga 20.00 Wita. Hal ini dimulai pada malam hari ini, Rabu 14 Juli 2021.

Atas hal ini, Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun melakukan pemantauan untuk keberlangsungan pembatasan hingga 20 Juli 2021 mendatang tersebut.

Kasubdit Dalops Ditjen Hubdat, S Ajie Panatagama mengatakan, bahwa pihaknya hari ini berkoordinasi terkait dengan pelaksanaan pembatasan perjalanan pengendara selama diadakannya PPKM Darurat. Yakni koordinasi dengan stakeholder Ketapang-Gilimanuk, sesuai edaran Dirjen terakhir.

Dan atas hal ini, pihaknya melakukan sampling atau pemeriksaan kepada satu pengendara kendaraan pikap yang kedapatan tidak memiliki rapid test. Dan satu pengendara motor kedapatan rapid test-nya kadaluwarsa.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Kendaraan Pribadi di Pelabuhan Gilimanuk Dibatasi Hanya Pukul 07.00 - 20.00 Wita

“Sehingga kedua pengendara kami minta untuk putar balik,” ucapnya Rabu 14 Juli 2021 siang hari.

Dijelaskannya, bahwa saat ini petugas yang bekerja di lapangan, baik di Ketapang atau Gilimanuk diminta untuk melakukan pengecekan ulang kepada setiap kendaraan.

Dimana, hal ini dilakukan, sebagai sikap Kementerian perhubungan untuk mengawasi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) bahwa pemerintah serius melakukan pengetatan.

“Jadi jangan coba-coba melintas karena setiap simpul transportasi, baik pelabuhan terminal dan lainnya cukup ketat. Dan jadi tidak ada perjalanan di malam hari,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau, untuk setiap PO-PO atau Travel Agent, tidak melayani penumpang di malam hari. Karena perjalanan malam hari, kecuali untuk kendaraan logistik, sudah tidak ada.

Dan menyangkut vaksin, atau penyediaannya maka akan dikoneksikan dengan Bupati Jembrana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved