Breaking News:

Polemik Tinju di Bali, Pino Sebut Tak Butuh Rekomendasi Pertina, De Gadjah Segera Tempuh Jalur Hukum

Penyelenggaraan event tinju bertajuk sport tourism di Bali di tengah pandemi Covid-19 menjadi polemik dan pembahasan hangat beberapa pekan ini. 

Penulis: Marianus Seran | Editor: M. Firdian Sani
Istimewa
Ketua Umum Pengprov Pertina Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah pose bersama petinju Bali yang ditengah dipersiapkan tampil di PON XX Papua, Oktober 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penyelenggaraan event tinju bertajuk sport tourism di Bali di tengah pandemi Covid-19 menjadi polemik dan pembahasan hangat beberapa pekan ini. 

Mantan petinju nasional Pino Bahari melalui Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI) selaku penyelenggara event tinju Bali Boxing Day (BBD) III menyatakan event yang akan digelar dalam waktu dekat tidak perlu mendapat rekomendasi dari induk organisasi tinju di Indonesia, Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) baik tingkat daerah ataupun pusat. 

Penegasan Pino Bahari ini disampaikan setelah pihaknya mendapat somasi dari Pertina Bali pada 21 Juni 2021 melalui surat nomor 29/Pertina_Bali/VI/2021.

Dalam somasi tersebut Pengprov Pertina Bali melalui Komisi Bidang Hukum memberikan teguran terhadap  Yayasan Pino Bahari Indonesia atas pelanggaran yang dimaksud dalam pasal 52 ayat (2) Undang-undang Nomor 3 tahun 2003 tentang sistem keolahragaan nasional. 

Manajer Repsol Honda Tegaskan Marc Marquez Menang di MotoGP Jerman dengan Kondisi Tidak 100 Persen

"Melalui tulisan atau forum ini saya  sebagai pembina dan  pelaku tinju baik tinju amatir maupun tinju profesional hendak menjelaskan kepada masyarakat umum bahwa event Sport Tourism Bali Boxing Day III tidak memerlukan rekomendasi dari pihak Pertina sebagai induk organisasi olahraga tinju amatir,  karena event BBD III ini merupakan event olahraga tinju rekreasi bagi masyarakat umum,” tegas Pino Bahari dalam rilis yang dikirim ke Tribun Bali, Rabu 14 Juli 2021.

Pino Bahari menjelaskan, perlu dipahami bahwa dunia olahraga tinju itu terdiri atas tinju amatir, tinju profesional dan tinju rekreasi.

Tinju amatir bagi atlet, pelatih, ring officials tinju yang bernaung di bawah organisasi nasional Pertina yang memilliki AD/ART sendiri dan dalam rangka pembinaan atlet  mendapatkan anggaran atau dana dari  APBN dan APBD. 

Seluruh kegiatan tinju amatir  dalam kaitannya  untuk mencapai prestasi bagi  daerah maupun nasional memang berada dibawah naungan Pertina. 

Sambut Pemulihan Pariwisata Bali, The Nusa Dua Tingkatkan Tata Kelola Kawasan Berbasis Prokes

Sementara  yang berhubungan dengan dunia  internasional, tergabung di dalam wadah tinju amatir dunia  yakni AIBA (Association Internationale de Boxe Amateur). 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved