Breaking News:

Berita Jembrana

Jelang Idul Adha, Pemkab Jembrana Gelontorkan Dana Rp180 Juta Dalam Bentuk Hewan Qurban

Penetapan Idul Adha dalam sidang isbat yang digelar Pemerintah Pusat melalui Kementrian Agama jatuh pada Selasa 20 Juli 2021 mendatang.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba melakukan peninjauan hewan qurban di UD. Santana, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jumat 16 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Penetapan Idul Adha dalam sidang isbat yang digelar Pemerintah Pusat melalui Kementrian Agama jatuh pada Selasa 20 Juli 2021 mendatang.

Atas hal ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana akan menggelontorkan dana sekitar Rp180 juta dalam bentuk hewan qurban bagi masyarakat muslim di Jembrana.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba pun melakukan pemantauan ke UD Santana Desa Banyubiru dan memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum diberikan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Usaha Non Esensial Ditutup, Kapolres Badung Beri Imbauan dan Paket Sembako Ke Pemilik Usaha

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan bahwa Ia bersama Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patrian Krisna melakukan peninjauan hewan qurban di UD. Santana, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jumat 16 Juli 2021.

Peninjauan ini guna memastikan hewan kurban tersebut aman dan sehat menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2021.

“Hari ini, kita ingin pastikan bahwa hewan qurban itu sehat dan sudah memenuhi persyaratan untuk di qurbankan. Maka dari itu, kami mengirim tenaga dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana agar dicek betul-betuk kesehatan hewan secara menyeluruh" ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun bahwa dana Rp180 juta yang digelontorkan Pemerintah Jembrana nantinya akan direalisasikan dalam bentuk hewan qurban dengan rincian 28 ekor kambing dan 6 ekor sapi.

Dan nantinya akan dipantau oleh Bidang Keswan Kesmavet untuk kesehatan hewan dan daging hewan, baik sebelum dan sesudah dipotong.

Bupati Tamba melanjutkan, pemberian hewan qurban ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana kepada masyarakat khususnya umat muslim dalam rangka hari raya Idul Adha.

Hanya saja dalam penyalurannya dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan serta menghindari kerumunan.

“Guna menghindari keramian ditengah pemberlakuan PPKM Darurat untuk penyalurannya nanti secara langsung kita antarkan ke tempat pemotongan masing-masing sehingga prokes dapat dijaga dengan ketat,” ungkapnya.

Terkait jatuhnya perayaan Hari Raya Iduh Adha ditengah permberlakuan PPKM Darurat, Bupati Tamba mengaku telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama  (FKUB) Kabupaten Jembrana.

“Kami bersama jajaran Forkompinda dan FKUB telah memutuskan bersama terkait perayaan Hari Raya Idul Adha mengikuti aturan yang ditetapakan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Agama yang seluruhnya terdapat dalam SE Menteri Agama No 17 Tahun 2021,” pungkasnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved