Breaking News:

Corona di Bali

Satpol PP Denpasar: Tertibkan Sehumanis-humanisnya, Kami Siap Bantu Membeli Sebelum Menutup

Kepala Satpol PP Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga menegaskan, anggota harus bertindak sehumanis-humanisnya

Dok. Satpol PP Denpasar
Petugas Satpol PP Denpasar saat membeli nasi pedagang kaki lima di Kota Denpasars saat penertiban PPKM Darurat, belum lama ini - Satpol PP Denpasar: Tertibkan Sehumanis-humanisnya, Kami Siap Bantu Membeli Sebelum Menutup 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tengah menjadi sorotan bahkan tercoreng atas ulah oknum petugas di Gowa, Sulawesi Selatan, yang bertindak arogan saat penertiban Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Namun kesan arogan itu tampaknya tidak berlaku bagi Satpol PP di Kota Denpasar, Bali.

Kepala Satpol PP Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga menegaskan, anggota harus bertindak sehumanis-humanisnya dalam melaksanakan giat penertiban masyarakat pada masa PPKM Darurat.

Dewa menyadari dan merasakan kesulitan yang dihadapi masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19, sehingga sebisa mungkin dia menyeimbangkan dua kepentingan yang berbeda ini.

Baca juga: Tak Mampu Bayar Denda Pelanggaran PPKM Darurat, Pemilik Kedai Kopi Pasrah Dipenjara

"Tentu kami dalam melaksanakan tugas di bidang ketertiban umum tentu harus memikirkan kondisi di lapangan, untuk itu memang kami berupaya se-humanis-humanisnya dalam menegakkan peraturan di Kota Denpasar. Banyak yang sudah kami lakukan, Satpol PP juga manusia biasa, punya hati, punya rasa, tidak hanya menertibkan saja tapi bisa kami memberi solusi yang terbaik di tengah kesulitan ini," kata Dewa kepada Tribun Bali, Jumat 16 Juli 2021.

Sebelum melaksanakan penertiban, pihaknya terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada sasaran penertiban.

Tak hanya itu, sesuai instruksi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bahwa Satpol PP Denpasar siap mendukung dan melakukan upaya membeli sebelum menutup sebagai upaya membantu sektor pedagang kecil seperti UMKM maupun pedagang kaki lima (PKL).

"Kami ajak betul-betul memperhatikan ketentuan yang ada, bagaimana menyeimbangkan dua kepentingan yang berbeda, kepentingan masyarakat selaku pedagang bisa berjalan dengan baik, kepentingan pemerintah kota yang tertuang dalam aturan juga tidak diabaikan, untuk itu sosialisasi edukasi kami terapkan se-humanis-humanisnya, tidak ada kesan arogan, sebelum kami tutup kami beli nasinya, itu sudah kami lakukan di Denpasar oleh Satpol PP," tegasnya.

Dewa pun selaku pimpinan Satpol PP di Kota Denpasar juga turut menginstruksikan anggotanya untuk sebisa mungkin membeli sebelum menutup dagangan pelaku usaha kecil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved