Breaking News:

Virus Covid-19 Varian Delta Masuk Bali, Ahli Mikrobiologi RS Sanglah Jelaskan Potensi Penularannya 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengatakan terdapat tiga pasien yang dirawat akibat terpapar virus Corona varian Delta tersebut.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Eviera Paramita Sandi
Pixabay
Ilustrasi Coronavirus Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mutasi virus Covid-19 varian baru yakni Delta sudah memasuki Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengatakan terdapat tiga pasien yang dirawat akibat terpapar virus Corona varian Delta tersebut.

Bahkan varian virus Delta ini digadang-gadang memiliki daya tular yang lebih cepat.

Dokter spesialis Mikrobiologi Klinik RSUP Sanglah, dr. Luh Inta Prilandari menjelaskan bahwa sebenarnya virus Covid-19 varian Delta ini adalah virus Covid-19 yang sebelumnya dikenal dengan nama virus Covid-19 asal India dengan kode B1617.

"Nama Delta sendiri ditetapkan oleh WHO supaya mempermudah identifikasi dari virus Covid-19 itu sendiri. Identifikasi virus Covid-19 ini sangat diperlukan untuk mengkatagorikan penyebaran dan sifat dari virus Covid-19 ini," paparnya pada, Jumat 16 Juli 2021.

Sementara untuk statusnya sendiri, lebih lanjutnya, dr. Inta menerangkan varian Delta ini digolongkan sebagai virus yang penyebarannya perlu diperhatikan atau sering dikenal dengan nama varian of concern.

Sebelumnya ada empat varian yang menjadi perhatian adalah virus asal Inggris (virus corona B.1.1.7) yang saat ini dikenal dengan nama virus covid-19 varian Alfa, virus covid-19 asal Afrika Selatan (varian B1.351) saat ini dikenal dengan nama varian Beta dan varian Brasil (varian B.1.1.28.1 atau P1) atau saat ini dikenal dengan nama varian gamma.

Dan memang di Bali, virus Covid-19 varian Delta ini sudah ada.

Hal ini tidak terlepas dari tingginya mobilitas manusia dan barang sejak beberapa bulan lalu serta perilaku masyarakat yang mulai abai dengan prokes.

Lantas kenapa virus Delta ini menjadi virus dengan tingkat infeksi yang tinggi dan daya tular yang lebih cepat?

dr. Inta pun menjelaskan tingkat infeksi dari virus Delta ini memang lebih cepat dibandingkan virus induknya yang ditemukan di Wuhan.

Namun infeksi yang disebabkan tidak dalam hitungan detik.

Virus ini memang memiliki kemampuan infeksi dan penyebaran lebih cepat karena karakter dari spike virus delta ini bersifat terbuka.

"Protein spike (bagian virus yang jika dilihat dengan alat berbentuk seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus), ini sifatnya terbuka, sehingga memudahkan virus ini membentuk ikatan yang kuat dengan sel dalam tubuh manusia," tambahnya.

Ikatan yang kuat inilah yang membantu virus SARS-CoV2 untuk menginfeksi sel inangnya ke cakupan yang lebih luas.

Sehingga daya sebar virus ini lebih cepat di dalam tubuh manusia sebagai inangnya dan bisa ditularkan melalui kontak droplet langsung. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved