Breaking News:

Corona di Bali

Kalak BPBD Denpasar dan Jajaran Borong Dagangan UMKM, Dibagikan ke Satgas dan Anggota Damkar

Kalak BPBD Denpasar dan Jajaran Borong Dagangan UMKM, Dibagikan ke Satgas dan Anggota Damkar, OPD di Kota Denpasar Bahu Membahu Hadapi PPKM Darurat

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
BPBD Kota Denpasar
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa, M. Si bersama jajaran saat membeli nasi pedagang kaki lima di Pemecutan Klod, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat 16 Juli 2021 malam - Kalak BPBD Denpasar dan Jajaran Borong Dagangan UMKM, Dibagikan ke Satgas dan Anggota Damkar 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar terus mengalir khususnya bagi pedagang kecil terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Sebagaimana instruksi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. pada Jumat 16 Juli 2021 malam ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa, M. Si bersama sekretaris Ardy Ganggas dan jajaran berkeliling kota Denpasar untuk memborong dagangan UMKM salah satunya di desa binaan, Pemecutan Klod, Denpasar, Bali.

Sejumlah nasi yang dibeli ini, kemudian dibagi-bagikan kepada para satgas desa, petugas ambulans dan anggota Damkar yang bertugas malam ini.

"Giat membantu UMKM di Desa Binaan, Desa Pemecutan Klod, ya sekedar diborong jualannya kita bagikan kepada satgas desa, tim ambulance PMI, dan anggota Damkar," ujar Joni kepada Tribun Bali.

Baca juga: Kisah Pelaku UMKM Sukses Populerkan Sei Kuliner dari Indonesia Timur

Menurutnya, hal ini juga merupakan arahan dari Wali Kota kepada seluruh OPD untuk membantu UMKM di Desa Binaan, bapak angkat kebersihan dan sebagai bapak angkat penanganan Covid-19.

"Jadi mari kita saling bahu membahu dalam peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, dan dampak dari PPKM Darurat di mana ada pembatasan jam operasional bagi mereka berusaha, maka dari itu kita bantu memborong dagangannya," ucapnya.

Pandemi Covid-19 yang mewabah hingga saat ini sangat dirasakan dampaknya bagi masyarakat Kota Denpasar.

Tak hanya sektor kesehatan, perekonomian masyarakat juga mengalami guncangan hebat.

Karenanya, tidak sedikit masyarakat yang beralih profesi dengan menekuni usaha kecil-kecilan semisal jualan nasi jinggo atau UMKM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved