Breaking News:

Corona di Bangli

Masih Zona Hitam, Forkopimda Bangli Pantau Penyekatan di Perbatasan Bangli - Gianyar

Forkopimda Bangli melakukan pemantauan dan pemeriksaan situasi penyekatan PPKM Darurat di perbatasan Bangli-Gianyar

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Tim Gabungan saat melakukan penyekatan di perbatasan Bangli - Gianyar, Kamis 15 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Forkopimda Bangli melakukan pemantauan dan pemeriksaan situasi penyekatan PPKM Darurat di perbatasan Bangli-Gianyar, Kamis 15 Juli 2021.

Upaya tersebut untuk mengetahui secara langsung situasi terkini pelaksanaan penyekatan dalam PPKM Darurat.

Diketahui, selama penerapan PPKM Darurat, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, menilai bahwa Kabupaten Bangli belum menerapkan PPKM secara maksimal.

Karena berdasarkan indicator google traffic, Facebook mobility, dan intensitas cahaya, Bangli terkategori sebagai zona hitam.

Baca juga: 49 Warga Bangli Positif Covid-19 Dalam Dua Hari Terakhir, Total Kasus Kematian Tercatat 124 Kasus 

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan. Ia menjelaskan, berdasarkan penilaian terakhir terhadap tiga indikator tersebut, Bangli masih terendah se Bali.

“Jadi kita masih pada posisi warna hitam, dari ketiga indikator itu. Artinya jika masih terkategori hitam, penurunan mobilitas dari tiga indikator itu masih dibawah 10 persen."

"Kita penurunannya masih di angka 9.02 persen. Sementara daerah-daerah di Bali, penurunannya sudah di atas 10 persen, dari target 30 persen,” jelasnya.

Baca juga: Anggota Polres Bangli Bagi-Bagi Sembako, Sasar yang Belum Dapat Bantuan dari Pemerintah

Salah satu upaya untuk menurunkan google traffic, atau pergerakan orang dan kendaraan yang keluar dan masuk Bangli adalah dengan penyekatan.

Kapolres Bangli mengatakan, titik penyetakan di Bangli yang mulanya berada di empat lokasi, mulai hari ini ditambah tiga titik.

“Awalnya di Temen, Susut; Bunutin, Bangli; Catur, Kintamani; dan Bangbang, Tembuku. Mulai hari ini ditambah di Cempaga, Kubu, dan perbatasan simpang Tamanbali,” sebutnya.

Baca juga: Seluruh Sektor Non Esensial di Bangli Mulai Hari Ini Diperintahkan agar Ditutup

Mantan Kapolres Mappi, Papua itu mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan diketahui situasi mobilitas masyarakat di perbatasan Bangli-Gianyar, sudah mulai ada penurunan.

Penurunan tersebut, imbuhnya, disebabkan pula karena sebagaian besar OPD di Kabupaten Bangli melaksanakan WFH.

Kepada petugas gabungan yang melaksanakan tugas di Pos penyekatan, Kapolres berpesan agar selalu menjalin sinergitas dan mengutamakan tindakan tegas namun tetap humanis.

“Laksanakan tugas dengan tegas, namun tetap humanis dan sampaikan imbauan dari hati ke hati, sehingga warga bisa memahami bahwa apa yang kita lakukan saat ini adalah untuk kesehatan bersama,” ujarnya. (*)

Berita lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved