Berita Buleleng

BSC Gelar Aksi Solidaritas Dengan Memberikan Paket Sembako, Warga Tinggal Kibarkan Bendera Putih

Pandemi Covid-19 utamanya selama penerapan PPKM Darurat membuat banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan

Istimewa
Buleleng Sosial Comunity (BSC) saat memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 dan PPKM Darurat 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pandemi Covid-19 utamanya selama penerapan PPKM Darurat membuat banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, sehingga terjadi penurunan daya beli.

Kondisi ini pun membuat sejumlah pihak bergerak untuk membantu dengan membagikan makanan atau sembako gratis kepada warga yang membutuhkan.

BACA JUGA: Pemuda Karangasem Gelar Aksi Solidaritas Dengan Berbagi Makanan Gratis Ditengah PPKM Darurat

Seperti yang dilakukan oleh Buleleng Sosial Comunity (BSC).

Komunitas yang bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan ini menggelar aksi solidaritas dengan memberikan paket sembako gratis kepada warga yang membutuhkan.

Warga tinggal mengibarkan bendera putih di depan rumah masing-masing, lalu mengirim fotonya ke nomor kontak milik pihak BSC 081337924855.

Dengan demikian, pihak BSC akan mengirimkan paket sembako berisi beras, mi instan, minyak goreng, telur dan kecap ke rumah warga yang membutuhkan.

Ketua BSC Eka Tirtayana mengatakan, aksi solidaritas ini sudah dilakukan oleh pihaknya sejak Sabtu kemarin.

Sejak dibuka, jumlah permintaan sudah mencapai 50 orang.

Eka pun menyebut, aksi ini mulanya hanya dibuka untuk warga di seputaran kota Singaraja, Bali.

Namun, rupanya permintaan juga banyak di wilayah Kecamatan Sawan dan Seririt, Bali.

Beruntung banyak relawan yang bersedia untuk mengantarkan sehingga paket sembako itu pun bisa dikirim kepada yang membutuhkan.

"Per Sabtu kemarin sudah ada 22 paket yang diberikan. Hari ini juga ada, sedang berjalan," ucapnya.

Disinggung terkait konsep dengan mengibarkan bendera putih di depan rumah, Eka menyebut hal itu dilakukan mengingat saat ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau minjam uang, orang-orang itu kadang sing juari (malu, red). Sehingga kami fasilitasi dengan kegiatan seperti ini. Tinggal chat, sembako akan langsung kami kirimkan. Kami juga tidak menilai bagaimana kondisi rumahnya. Kami yakin yang menghubungi kami itu betul-betul membutuhkan bantuan, dan sebagian besar terdampak ekonomi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved