Breaking News:

Berita Denpasar

Melik Ceciren, Berikut Ini Arti Kata Melik Dalam Hindu Bali

Secara umum melik dibedakan menjadi tiga, yaitu Melik Adnyana, Melik Ceciren, dan Melik Kelahiran.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Dosen Unhi Denpasar, I Kadek Satria 

Telaga Apit Pancoran, kelahiran anak dengan urutan laki – perempuan – laki.

Sanan Empeg, yaitu anak yang lahir diapit saudaranya meninggal.

Pipilan, yaitu lima bersaudara empat perempuan satu laki.

Padangon, lima bersaudara empat laki satu perempuan.

"Orang yang Lintangan Bade, yakni lahir Kamis Pon atau Wuku Watugunung," sebutnya.

Orang yang Lintangan Bubu Bolong, yakni Lahir Jumat Paing.

Orang yang Lahir saat Tumpek, Tumpek Landep, Tumpek Kandang, dan lainnya.

Lidah ada hitam/garis hitam.

Orang hamil saat kena Tumpek Wayang harus malukat agar anaknya tidak dikuasai sifat bhuta kala.

"Serta orang pada umumnya/keluarga pada umumnya yang ingin membersihkan dirinya dan menetralisir sifat bhuta kala dalam dirinya agar terhindar dari bahaya, murah rezeki, tenang dan bahagia sekala niskala," sebutnya.

"Terkait dengan melik ini, sesuai dengan pengalaman di pasraman kami lakukan panglukatan melik dengan upacara penyangling melik," jelasnya.

Ritual ini dilakukan di pasraman dengan sarana-sarana tertentu seperti yeh empul-empulan, sarana dari tumbuhan, bunga, buah dan menggunakan sarana rerajahan untuk neduh orang yang melik.

"Upacaranya sederhana, namun menguatkan dan lebih pada perilaku permohonan kepada kemulan dan taksu serta kepada Ida Sesuhunan agar anak tersebut dilindungi dalam hidupnya dan selalu berjalan di jalan kebenaran atau Dharma," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved