Angela Merkel Menyebut Dampak Banjir di Jerman Mengerikan

Merkel mengunjungi Schuld, sebuah desa di tikungan sempit Sungai Ahr di kawasan Jerman barat.

Editor: DionDBPutra
CHRISTOF STACHE/AFP/POOL
Kanselir Jerman Angela Merkel didampingi Gubernur negara bagian Jerman Rhineland-Palatinate, Malu Dreyer berdialog dengan korban banjir, Minggu, 18 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut dampak banjir di negeri itu mengerikan.

Hal itu dikatakan Merkel setelah berkunjung ke sebuah desa yang hancur pada Minggu 18 Juli 2021. Sejauh ini jumlah korban tewas akibat banjir di Eropa Barat meningkat di atas 180 jiwa.

Angela Merkel berjanji memberikan bantuan keuangan dengan cepat, dan melipatgandakan fokus politik untuk mengekang perubahan iklim.

Merkel mengunjungi Schuld, sebuah desa di tikungan sempit Sungai Ahr di kawasan Jerman barat.

Baca juga: Angela Merkel Minta Kaum Muda Jauhi Pesta Demi Mencegah Klaster Covid-19

Di desa ini banyak bangunan rusak atau hancur oleh banjir yang naik dengan cepat pada Rabu malam 14 Juli 2021.

Meskipun Wali Kota Schuld mengatakan tidak ada yang terbunuh atau terluka di sana, banyak tempat lain yang tidak seberuntung itu.

Korban tewas di wilayah Ahrweiler, kota Schuld berada, mencapai 112 orang.

Menurut berwenang, orang-orang masih hilang dan mereka khawatir jumlah korban masih akan bertambah.

Di negara bagian tetangganya, Rhine-Westphalia Utara, yang memiliki penduduk terpadat di Jerman, 46 orang tewas, termasuk empat petugas pemadam kebakaran. Pemerintah Belgia mengonfirmasi 31 kematian di negara itu.

Angela Merkel mengatakan, sepanjang jalan menuju Schuld, sebagian masih dipenuhi puing-puing dan lumpur di bawah sinar matahari yang cerah.

"Dengan gambaran nyata, harus saya katakan, situasi yang realita dan menyeramkan."

"Ini mengejutkan, saya bisa mengatakan bahwa bahasa Jerman hampir tidak memiliki kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kehancuran yang telah terjadi," katanya pada konferensi pers di kota terdekat.

Kanselir Merkel mengatakan pihak berwenang akan bekerja untuk "memperbaiki lingkungan di kawasan yang indah ini, selangkah demi selangkah."

Kabinetnya akan menyetujui program bantuan keuangan jangka menengah dan pada Rabu 21 Juli 2021.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved