Breaking News:

Serba serbi

Berhubungan dengan Roh, Nyekah atau Mamukur dan Maknanya dalam Hindu di Bali

Dalam rangkaian upacara pengabenan di Bali, juga dikenal istilah Nyekah atau Mamukur.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti. 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangkaian upacara pengabenan di Bali, juga dikenal istilah Nyekah atau Mamukur.

Upacara ini pun, menjadi satu di antara upacara yang penting dalam rangkaian upacara Yadnya. 

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, menjelaskan Mamukur adalah sebuah kata kerja berasal dari kata dasar 'bukur' yang mendapat awalan ma menjadi kata Mamukur. Kata bukur sendiri, kata ida, berarti pintu surga. 

Baca juga: Giri Prasta Apresiasi Krama Banjar Bedauh Badung, Guyub Laksanakan Karya Memukur di Tengah Pandemi

Lalu kata bukur ini, juga berarti bangunan kecil, yang atapnya bertingkat-tingkat dan digunakan pada upacara yang berhubungan dengan roh.

"Sedangkan kata Mamukur berarti memasuki pintu surga. Atau dengan kata lain, merupakan upacara agar roh atau atman yang telah meninggal dapat memasuki alam surga atau alam kedewataan," jelas beliau kepada Tribun Bali, Senin 19 Juli 2021. 

Kemudian Nyekah berasal dari kata sekah, yang berarti bunga atau puspa. Sehingga sekah disebut juga Puspa Lingga. Sedangkan kata Puspa Lingga, berasal dari kata puspa atau bunga, yaitu benda yang dihormati dan disucikan.

Baca juga: Melik Ceciren, Berikut Ini Arti Kata Melik Dalam Hindu Bali

Kemudian kata lingga, yang berarti linggih atau tempat. Jadi kata Puspa Lingga atau sekah adalah tempat sesuatu yang disucikan (Pitara). Atau dengan kata lain sekah atau Puspa Lingga, adalah sebagai simbol sang pitara. 

Dalam Agama Hindu, upacara Mamukur adalah upacara lanjutan dari upacara pengabenan yang merupakan bagian dari Pitra Yadnya.

"Upacara ngaben adalah merupakan upacara mempercepat proses pengembalian Panca Mahabhuta ke asalnya dengan cara membakar jenazah," ujar beliau. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved