Breaking News:

Corona di Bali

BOR Pasien Covid-19 di Badung Capai 75 Persen, ICU Terisi 90 Persen

Tempat isoman di Badung yang difungsikan saat ini baru dua lokasi, yakni di salah satu hotel Jl. Bakung Sari Kuta dengan kapasitas 160 bed dan Wisma

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Nyoman Gunarta - BOR Pasien Covid-19 di Badung Capai 75 Persen, ICU Terisi 90 Persen 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Tempat isolasi mandiri (isoman) terpusat di Badung yang difungsikan saat ini baru dua lokasi, yakni di salah satu hotel Jl. Bakung Sari Kuta dengan kapasitas 160 bed dan Wisma Bima 1 memiliki 120 bed.

Jika Wisma Bima 1 kurang, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Badung akan meningkatkan kapasitas bed dengan mengoperasikan Wisma Bima 2 yang kapasitasnya juga sama 120 bed.

"Jadi hampir 400 bed kita akan maksimal untuk pasien Covid-19 yang tanpa gejala dan bergejala ringan. Karena yang bergejala sedang dan berat kan harus dilakukan perawatan di rumah sakit," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Nyoman Gunarta, Minggu 18 Juli 2021.

Baca juga: Pandemi Covid-19 di Bali, Ketua ARSSI Tekankan Butuh Radio Medik, Selama Ini Hanya Andalkan WA Grup

Saat ini keterisian pasien isoman di hotel yang berada di Jl. Bakung Sari sampai malam tadi 147 orang, sementara di Wisma Bima 1 baru 35 orang karena baru dibuka untuk isoman kemarin.

Diperkirakan dari daftar yang sudah masuk untuk di Wisma Bima 1 mungkin akan terisi 50 orang lebih untuk hari ini.

"Mudah-mudahan tidak nambah lagi yang penting cukup 400 bed ini. Tergantung eskalasi karena prinsip dari Bapak Bupati, kita harapkan masyarakat Badung yang membutuhkan isolasi mandiri bisa terpusat di tempat ini (tiga tempat)," imbuh dr. Gunarta.

Baca juga: Mudahkan Pemantauan Kondisi Kesehatan Masyarakat Positif Covid-19, Badung Siapkan Tempat Isolasi

"Kalau untuk tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) secara keseluruhan Badung kini mencapai di atas 75 persen, bahkan untuk ICU sudah 90 persen," sambungnya.

Tetapi untuk di RSUD Mangusada BOR-nya sampai malam tadi sudah diangka 71,5 persen dan masih bisa menampung pasien Covid-19 bergejala sedang sampai berat.

Melihat kondisi itu, pihaknya telah menyiapkan rencana kontigensi jika terjadi eskalasi kasus meningkat signifikan nanti.

Baca juga: Komitmen Bupati Giri Prasta, Badung Segera Salurkan BST Bagi Masyarakat yang Paling Terdampak 

"Kita sudah juga punya rencana kontigensi jika terjadi eskalasi kasus. Cuma tidak hanya berbicara soal bed saja tapi kita juga harus bicara juga tentang kesiapan lainnya seperti tenaga kesehatannya, sarana pendukungnya, oksigennya. Bukan masalah bed nya saja," jelas dr. Gunarta.

Rencana kontigensi tersebut pun telah dikoordinasikan dengan bupati dan Sekda Badung, dan diambil keputusan akan menyiapkan dan memfungsikan gedung DFG (gedung baru RSUD Mangusada).

Tetapi dalam memfungsikan gedung DFG tersebut harus kita lihat betul-betul eskalasinya seperti yang sudah saya sampaikan tadi tidak hanya persoalan penambahan bed, tapi sumber daya manusianya, fasilitas sarana dan prasarananya seperti listrik, AC, oksigen dan lain sebagainya.

Pada dua tempat terpusat isoman yang sudah difungsikan saat ini, terdapat tenaga kesehatan dibantu BPBD dan Satpol PP jaga 24 jam, untuk dokter jaga hanya sampai pukul 14.00 WITA tetapi kita juga siagakan dokter on call 24 jam.(*)

Berita  lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved