Breaking News:

Berita Bali

Kendalikan Bisnis Narkotik dari Lapas, Nyoman Suwedia Dituntut 13 Tahun Penjara

Menjalani hidup di penjara tidak membuat I Nyoman Suwedia alias Mang Idus (40) jera.

Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi narkoba - Kendalikan Bisnis Narkotik dari Lapas, Nyoman Suwedia Dituntut 13 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjalani hidup di penjara tidak membuat I Nyoman Suwedia alias Mang Idus (40) jera.

Justru di dalam lapas, narapidana kasus narkotik yang menjalani masa hukuman 8 tahun ini kembali berulah.

Suwedia kembali terjun ke bisnis terlarang ini, mengendalikan peredaran narkotik jenis sabu melalui kaki tangannya di luar lapas.

Atas perbuatannya, pria asal Desa Ungasan, Kuta Utara, Badung, Bali ini dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Bawa 64 Paket Narkoba, I Gusti Agung Satya Diamankan Sat Res Narkoba Polres Badung

"Tuntutan sudah diajukan jaksa. Terdakwa dituntut pidana penjara selama 13 tahun, denda Rp 1,5 miliar subsider 6 bulan penjara," ungkap Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa, Senin, 19 Juli 2021 di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Pengacara dari Pusat Bantuan (PBH) Peradi Denpasar ini menerangkan, oleh JPU, kliennya dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan bersalah kembali terlibat tindak pidana narkotik, yakni jual beli narkotik golongan I jenis sabu.

"Terdakwa dikenakan dakwaan alternatif kesatu, Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," terang Aji Silaban.

Terhadap tuntutan JPU itu, pihaknya akan menanggapi melalui pembelaan (pledoi) tertulis.

Seperti dibeberkan dalam dakwaan JPU, kasus ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya Pande Gede Susila Putra alias Lepang (terdakwa dalam berkas terpisah) oleh petugas BNN Bandung pada 16 Februari 2021 lalu.

Selanjutnya, pada 18 Februari 2021, petugas BNN Badung didampingi petugas Lapas Kelas IIA Kerobokan mendatangi ruangan Blok G (GWK) yang dihuni terdakwa dan narapidana lainnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ponsel merk Vivo warna hitam dengan simcard milik terdakwa.

Baca juga: Dua Penyalahguna Narkoba Dibekuk Jajaran Polres Karangasem, Terancam Hukuman Minimal 4 Tahun Penjara

Ponsel itu berisi percakapan via aplikasi WhatsApp (WA) antara terdakwa dengan Pande Gede Susila Putra alias Lepang, yang menjadi kaki tangan terdakwa dalam menjalankan bisnis narkotik, dan Wayan Suanda alias Kak Uban (terdakwa dalam berkas terpisah) sebagai pembeli.

Selain ponsel tersebut, JPU juga menyertakan 10 plastik klip berisi sabu dengan berat keseluruhan 9,85 gram netto yang disita dari tangan Lepang sebagai barang bukti dalam perkara ini.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved