Breaking News:

Berita Jembrana

Sempat Ada Penumpukan Kendaraan di Gilimanuk, Kapolres: Pengendara Datang Mendahului Jam Operasional

Setiap pengendara dan penumpang wajib menyertakan surat vaksin dan juga Rapid tes untuk keluar Bali.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pembatasan kendaraan orang dan barang, sudah sejak 14 Juli 2021 lalu dilakukan.

Setiap pengendara dan penumpang wajib menyertakan surat vaksin dan juga Rapid tes untuk keluar Bali.

Namun yang terjadi meskipun sudah dibatasi, penumpukan kendaraan tetap terjadi di Pelabuhan Gilimanuk.

Pembatasan sendiri diberlakukan mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita.

Baca juga: Terkait Pembatasan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Ditjen Hubdat Kemenhub Lakukan Pemantauan PPDN

Dan yang terjadi Senin 19 Juli 2021 atau H-1 Idul Adha 2021, ada peningkatan kendaraan orang dan barang, dibanding pembatasan di waktu atau hari-hari sebelumnya.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, antrean di depan pintu masuk pelabuhan itu terjadi karena pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) datang lebih awal sehingga harus menunggu operasional pelabuhan dibuka.

Meski demikian, untuk jumlah tidak terlalu banyak. Rata-rata sehari ada 1.900 sampai 2.100 orang.

Hal itu diketahui, dari hasil pantauan melalui CCTV di Gilimanuk yang terkoneksi ke Polres Jembrana.

“Sejak diberlakukannya larangan menyeberang kendaraan non-logistik di malam hari, terjadi penurunan. Untuk antrean karena memang datang bukan pada jam operasional. Antrean kendaraan hanya 40-an kendaraan di pintu masuk Gilimanuk,” ucapnya.

Selain soal pembatasan, Ketut melanjutkan, untuk pelaksanaan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban di Jembrana. Bahwa hal ituXsemua harus mengacu pada Surat Edaran Kementerian Agama RI.

Dan dalam rapat koordinasi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, di Kantor Camat Negara, Jumat 16 Juli 2021 lalu, sosialisasi sudah dilaksanakan.

“Terkait Surat Edaran nomor 16 dan 17 Kementerian Agama RI tahun 2021, di mana pelaksanaan Hari Raya Idul Adha masih dalam PPKM Darurat. Pelaksanaan sholat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban harus mengikuti Surat Edaran Kementerian Agama. Kami mendukung semua program pemerintah dan tetap melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan keagamaan khususnya di umat muslim,” bebernya. (*)

Artikel lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved