Breaking News:

Bank Indonesia Perwakilan Bali Lakukan Capacity Building untuk Mahasiswa Penerima Beasiswa 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali telah melakukan capacity building kepada komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali ketika melakukan capacity building kepada komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali telah melakukan capacity building kepada komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (Genbi) dari Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Pendidikan Nasional dan Universitas Warmadewa, dengan tema Ekonomi dan Keuangan Inklusif pada, Jumat 16 Juli 2021 lalu. 

Kegiatan dilakukan secara daring, dibuka oleh Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny Heatubun dan narasumber oleh Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Ekonomi Syariah, M. Ilham Wiratama. Juga dihadiri oleh, Trisno Nugroho selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Baca juga: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Sebut Pendekatan Principle-Based Dinilai Lebih Fleksibel 

 
  
Dalam acara tersebut, Trisno menjelaskan Inklusi keuangan adalah upaya memperluas akses keuangan yang berkualitas serta berkesinambungan, melalui layanan keuangan untuk transaksi, tabungan, kredit, investasi dan asuransi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. 

"Inklusi keuangan berperan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada masyarakat menengah ke bawah."

Baca juga: Nasabah Bank BPD Bali Senang Mendapat Buku Super Best Seller Trilogi The Power of Silaturahim

"Sasaran dari inklusi keuangan ini pun untuk seluruh jenis kelompok masyarakat, dengan mencakup tiga dimensi keuangan inklusif yaitu akses (access), penggunaan (usage) dan kualitas (quality)," ungkapnya Selasa 20 Juli 2021. 

Sementara berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks Inklusi Keuangan Indonesia mencapai 76,19.

Artinya, sudah 76,19% penduduk dewasa di Indonesia yang telah menggunakan layanan keuangan formal.

Kepemilikan produk keuangan formal di kalangan masyarakat juga tercatat meningkat seiring penggunaannya. 

Baca juga: Indonesia Dapat Utang Rp 7,1 Triliun dari Bank Dunia untuk Program Vaksinasi dan Penanganan Pandemi

"Keuangan inklusif merupakan agenda global, tidak hanya di Indonesia, isu ini juga menjadi concern pada forum global."

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved