Breaking News:

Bank Indonesia Perwakilan Bali Lakukan Capacity Building untuk Mahasiswa Penerima Beasiswa 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali telah melakukan capacity building kepada komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali ketika melakukan capacity building kepada komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. 

"Salah satunya dalam forum G20 The Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI), inklusi keuangan diyakini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan."

"Sembilan prinsip dasar inklusi keuangan yang disampaikan dalam forum tersebut a.l leadership, diversity, innovation, protection, empowerment, cooperation, knowledge, proportionality dan framework," tambahnya. 

Baca juga: Berkas Kasus Korupsi Kredit KUR di Bank BUMN Dilimpahkan, Gede Subamia Segera Diadili di PN Denpasar

Urgensi pengembangan keuangan inklusif bagi Bank Indonesia yakni untuk mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yaitu kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran.

Dari sisi kebijakan moneter, dengan adanya inklusi keuangan akan mengurangi risiko inflasi.

Tidak hanya itu, inklusi keuangan juga akan mendukung kebijakan stabilitas sistem keuangan, melalui keterkaitan antar pelaku ekonomi yang baik dalam sistem keuangan. 

Baca juga: Perkuat Penegakan Hukum dalam Penanganan Kasus Perbankan, LPS Gelar Sosialisasi kepada Polri di Bali

Trisno juga mengatakan selain itu, dari sisi kebijakan sistem pembayaran, strategi inklusi keuangan mendorong peningkatan akses masyarakat ke bank melalui penurunan biaya transaksi dan mendorong penggunaan digital payment.

Secara keseluruhan, keuangan inklusif akan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui kebijakan-kebijakan tersebut.

Beberapa kendala keuangan inklusif di Indonesia antara lain kapasitas ekonomi masyarakat yang belum terbentuk, struktur masyarakat yang beragam sehingga diperlukan produk keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, produk dan jasa keuangan yang kurang transparan maupun perlunya dukungan infrastruktur.

Oleh karena itu, guna mendukung keuangan inklusif harus dilakukan inovasi produk-produk keuangan dan layanan serta diupayakan agar tailor made mengakomodasi kepentingan seluruh kalangan. 

Berbagai instrumen yang mendorong keuangan inklusif dapat berupa instrumen pembayaran, penggunaan produk simpanan, pembiayaan kredit, asuransi dan investasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved