Berita Badung

Ditangkap di Badung karena Menjual Tembakau Sintetis, Ruliansyah Dituntut 8 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung telah melayangkan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun terhadap terdakwa Wijaya Ruli

ilustrasi/net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung telah melayangkan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun terhadap terdakwa Wijaya Ruliansyah (27).

Terdakwa kelahiran Surakarta, 24 Januari 1994 ini dituntut karena diduga mengedarkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis MDMB -4en PINACA atau yang lebih dikenal tembakau sintetis. 

Surat tuntutan JPU itu telah dibacakan dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

"Tuntutan sudah dibacakan jaksa. Terdakwa Ruliansyah dituntut 8 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara," jelas Bambang Purwanto selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Juli 2021.

Baca juga: Kendalikan Bisnis Narkotik dari Lapas, Nyoman Suwedia Dituntut 13 Tahun Penjara

Bambang kembali menerangkan, oleh JPU, kliennya dinyatakan terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotik golongan I.

Sebagaimana dakwaan kedua, Ruliansyah dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan terdakwa. Terhadap tuntutan jaksa, kami mengajukan pembelaan tertulis," ungkap pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Baca juga: Kontrol Bisnis Narkotik dari Balik Jeruji Besi, Lu Bin Jin Minta Keringanan Saat Dituntut 18 Tahun

Seperti diketahui, terdakwa berhasil diringkus oleh petugas kepolisian Polresta Denpasar di kosnya, Jalan Danau Batur, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Rabu, 24 Maret 2021, sekira pukul 20.45 Wita.

Terdakwa diamankan berdasarkan informasi masyarakat terrkait keberadaan narkotik di daerah Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Selain mengamankan terdakwa, petugas juga berhasil menyita barang bukti hasil penggeledahan berupa daun kering yang diduga mengandung sediaan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis MDMB -4en PINACA.

Narkotik itu terbagi dalam beberapa paket. 

Baca juga: Ditangkap dan Sita 4 Jenis Narkotik, Suhadi Diganjar 13 Tahun Penjara di Bali

Juga ditemukan 1 buah resi pengiriman barang di jasa pengiriman barang. Saat diperiksa, terdakwa mengaku sebelumnya sempat mengirim paket tembakau sintetis ke temannya di Yogyakarta.

Lalu petugas kepolisian mengajak terdakwa menuju kantor jasa pengiriman tersebut dan benar sesuai dengan resi pengirimannya, ditemukan barang yang akan terdakwa kirim ke Jogjakarta tersebut. 

Baca juga: Kepala BNN RI Berdayakan Desa Adat di Bali untuk War On Drugs, Jangan Sampai Pandemi Narkotika

Selanjutnya oleh petugas kepolisian dan disaksikan oleh saksi dari karyawan kantor jasa pengiriman itu, terdakwa membuka isi paketan tersebut.

Isinya berupa 1 plastik klip berisi daun kering yang di duga mengandung sediaan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis MDMB -4en PINACA dengan berat 3,12 gram netto atau 4,70 gram brutto. 

Dengan demikian narkotik golongan I jenis MDMB -4en PINACA yang berhasil disita petugas kepolisian dari terdakwa seluruhnya seberat 14,94 gram netto.

Terdakwa mengaku mendapatkan narkotik itu dengan cara membeli lewat aplikasi LINE  Euphoria dan Silverspin. Mulanya terdakwa membelinya sebanyak 15 gram dengan harga Rp1,1 juta. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved