Berita Bangli

Fenomena Semburan Belerang di Danau Batur Bangli Meluas, Kini Bergeser ke Desa Songan

Seorang pembudidaya ikan di wilayah sekitar, Gede Suasana mengatakan, semburan belerang diketahui sekitar pukul 24.00 wita.

Istimewa
Sejumlah warga Banjar Seked, Desa Batur saat membersihkan bangkai ikan yang mati akibat semburan belerang, Selasa (20/7/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Fenomena semburan belerang di Danau Batur, Kintamani hingga kini masih terjadi.

Informasi terbaru, semburan belerang yang sebelumnya diketahui di Desa Kedisan dan Buahan, kini bergeser ke Banjar Ulundanu, Desa Songan.

Seorang pembudidaya ikan di wilayah sekitar, Gede Suasana mengatakan, semburan belerang diketahui sekitar pukul 24.00 wita.

Menurut dia, semburan belerang yang terjadi cenderung lebih keras, lantaran aromanya yang sangat kuat.

Baca juga: Pelaksanaan Idul Adha di Bangli, Sholat Ied Dibatasi 30 Orang, Pemotongan Hewan Dilakukan Dua Hari

Suasana mengatakan, semburan belerang memang terjadi setiap tahun. Semburan belerang yang paling terasa, biasanya terjadi pada bulan Juli hingga Agustus.

Sementara di bulan Februari jarang diketahui terjadi semburan belerang.

“Kalaupun ada, (intensitasnya) kecil. Sehingga tidak menyebabkan kematian ikan,” ujarnya, Selasa 20 Juli 2021.

Lanjut Suasana, semburan belerang di wilayah Desa Songan, terjadi selang satu sampai dua hari setelah semburan belerang di Desa Kedisan dan Buahan. Sedangkan jangka waktu semburan belerang di wilayah sekitar, biasanya terjadi sekitar dua hingga tiga hari.

Mengenai kematian ikan, pihaknya mengatakan hingga kini belum diketahui. Sebab para pembudidaya ikan tidak berani mendekat ke kuramba jaring apung.

 Ikan-ikan pun terpaksa puasa selama masih terjadi semburan belerang.

“Terpaksa puasa dulu. Bahkan ditengok pun tidak. Karena semakin ditengok dan dikasih makan, ikannya akan semakin stres dan berpotensi terjadi kematian,” ucapnya.

Sementara itu, pembudidaya ikan di Banjar Seked, Desa Batur, I Ketut Wania mengatakan, semburan belerang di wilayah sekitar terakhir kali diketahui pada hari Senin (19/7/2021) sekitar pukul 10.00 wita.

Selanjutnya pada hari Selasa (20/7/2021), berdasarkan informasi semburan belerang berpindah ke wilayah Banjar Ulundanu, Desa Songan.

“Mengenai kematian, kami belum mendapatkan informasi. Masih menunggu informasi dari ketua di masing-masing zona,” ujarnya.

Wania menambahkan, tidak banyak yang bisa dilakukan para pembudidaya ikan terhadap ikan yang mati akibat semburan belerang.

Baca juga: Dalam Dua Hari Terakhir, Bangli Tambah 2 Kasus Kematian dan 45 Kasus Positif Covid-19

 Yang bisa dilakukan hanyalah membersihkan bangkai ikan dari areal danau, serta mengumpulkannya untuk difermentasi menjadi pupuk.

 “Bangkai ikannya tidak dijual. Bagi kami, ada yang mau menampung bangkai ikan saja kami sudah bersyukur,” katanya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bangli
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved