Breaking News:

Berita Bali

Kasus DBD di Provinsi Bali Sudah Tembus Angka 2.000, Pada Bulan Juni Cenderung Alami Penurunan

Adapun data tersebut dirangkum dari 8 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Bali yakni pada Bulan Januari kasus DBD sejumlah 362 orang, Februari sebanyak

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
pixabay.com
Ilustrasi Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. Kasus DBD di Provinsi Bali Sudah Tembus Angka 2.000, Pada Bulan Juni Ini Cenderung Alami Penurunan 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Update kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali pada, Selasa 20 Juli 2021.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya memberikan Data Kasus DBD yang ada di Provinsi Bali.

Adapun data tersebut dirangkum dari 8 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Bali yakni pada Bulan Januari kasus DBD sejumlah 362 orang, Februari sebanyak 328 orang dan meninggal 3 orang, Maret 392 orang, April 381 orang, Mei 369 orang dan meninggal 1 orang, terakhir Bulan Juni sebanyak 223 orang dan meninggal 1 orang.

Sehingga total kasus DBD jika dijumlahkan sejak bulan Januari hingga Juni sebanyak 2.055 orang dan kasus meninggal dunia akibat DBD sebanyak 5 orang.

Baca juga: Hingga Akhir Mei, Ada 62 Kasus DBD di Jembrana

Dari banyaknya kasus tersebut, Kabupaten yang paling banyak menyumbangkan angka kasus DBD yakni Kabupaten Buleleng.

Suarjaya juga mengatakan, memasuki Bulan Juni kasus DBD alami penurunan di Provinsi Bali.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Ni Luh Sri Armini mengatakan hal yang sama, yakni kasus DBD di Kota Denpasar sudah cenderung menurun sejak bulan Juni.

dr. Armini juga turut berikan data kasus DBD di Kota Denpasar pada Tahun 2020 yakni sebanyak 1.501 kasus, sementara untuk tahun 2021 pada periode enam bulan mulai dari Januari hingga Juni kasus DBD ditemukan sebanyak 492 kasus.

Menurut Armini, tidak semua penyakit DBD harus dirawat di Rumah Sakit, terlebih saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

"DBD kan tidak semua harus MRS (Masuk Rumah Sakit). Indikasi MRS salah satu nya trombosit di bawah 100. Bisa di rumah dengan minum obat dan minum banyak, makan makanan yang bergizi, dan jangan lupa PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk)," katanya.

Armini juga mengatakan, penyemprotan Fogging tidak perlu dilakukan jika PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) sudah dilakukan.

"Tidak perlu, kalau PSN sudah berjalan," tutupnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved