Berita Bali

TMMD ke-111, Jalur Evakuasi Bencana di Kaki Gunung Agung Bali Itu Kini Telah Terhubung

Satgas TMMD telah memperhitungkan dan memetakan secara strategis titik lokasi pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Selat dan Kecamatan

Dok. Pendam IX/Udayana
Satgas TMMD ke-11 Kodim 1623/Karangasem saat proses pembangunan jembatan penghubung di kaki Gunung Agung, Desa Sebudi, Karangasem, Bali. 

"Semuanya bisa dilancarkan dengan jembatan penghubung ini, diantaranya sebagai akses perekonomian, pendidikan, pariwisata dan juga akses evakuasi bencana erupsi Gunung Agung, karena wilayah Desa Sebudi ada di kaki Gunung Agung sebagai gunung berapi yang aktif yang sewaktu-waktu bisa saja erupsi sehingga sedari awal kita sudah siapkan jalur evakuasi yang aman dan lancar bagi penduduk setempat," jelas Dandim 1623/Karangasem sekaligus Dansatgas TMMD ke-111 Karangasem,  Letkol Inf Bima Santosa kepada Tribun Bali, Selasa 20 Juli 2021.

Baca juga: TMMD ke-111 Karangasem Ditutup, Momentum Pembangunan Untuk Kemajuan Masyarakat

Sementara itu, Komandan SSK (Dan SSK) Satgas TMMD Ke 111 Kodim 1623/Karangasem, Kapten Inf I Made Arjana, menyampaikan, selain pembangunan jembatan penghubung, Satgas TMMD juga melaksanakan kegiatan pembukaan lahan pertanian seluas 1,4 Hektar di Bukit Galah, Banjar Dinas Sogra Desa Sebudi, Kecamatan Selat.

Sruuukk….sruukkkk bunyi cangkul memapras ilalang liar dan tanah diratakan untuk dibuka lahan pertanian. Lokasi itu semula berupa hutan belantara, ditumbuhi ilalang liar, oleh Satgas TMMD kemudian diratakan dan disulap menjadi lahan produktif sehingga masyarakat kini bisa memanfaatkan untuk bercocok tanam dan menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan hasil pertanian ditunjang lokasi di kaki gunung dan jenis tanah yang subur.

"Desa Sebudi memiliki kondisi tanah yang subur kondisi udara yang sejuk di daerah tersebut, ini merupakan potensi dari segi geografis, dimana kita melaksanakan TMMD kaki Gunung Agung, udaranya sejuk dan tanahnya subur maka cocok untuk dibuka lahan pertanian utamanya untuk ditanami hortikultura, berupa sayuran dan juga umbi-umbian seperti ketela pohon, umbi talas, kacang undis, kangkung darat, kacang buncis dan jenis lainnya,” papar dia.

“Pada saat erupsi Gunung Agung Tahun 2017 lalu banyak warga untuk sementara mengungsi dan setelah situasi aman masyarakat akan kembali. Warga masyarakat Sebudi tidak akan meninggalkan desanya karena tahu Gunung Agung sebagai berkah sehingga wilayahnya subur,” imbuh Made Arjana

TMMD ke-111 Kodim 1623/Karangasem ini juga memberikan perhatian pada ketersediaan air bersih baik untuk konsumsi warga maupun konsumsi ternak dengan membangun bak penampungan air dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter dan tinggi 2 meter di Dusun Bukit Galah, masyarakat pun tidak lagi dihadapkan kesulitan mencari sumber air bersih.

Adapun anggaran yang digelontorkan untuk program pembangunan TMMD di wilayah Kodim 1623/Karangasem ini mencapai 1,8 Miliar Rupiah.

Rasa haru menggelayut dibenak Kepala Desa Sebudi I Nyoman Tinggal dan Bendesa Adat Bukit Galah I Putu Suyasa atas wilayahnya yang dijadikan sasaran TMMD dan kini warga jauh lebih makmur dari sebelumnya melalui program fisik maupun non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan menambah wawasan masyarakat,

"Jalinan kebersamaan dan kekeluargaan sangat terlihat antara tentara dengan warga, semangat kebersamaan ini  menuntaskan sasaran TMMD. Pembangunan untuk kemajuan masyarakat memang harus didukung oleh kemauan yang kuat dan semangat gotong royong yang tinggi sehingga setiap kegiatan dapat terwujud termasuk pada pelaksanaan TMMD Ke 111 kali ini," ungkap Kades Desa Sebudi, I Nyoman Tinggal.

"Jembatan hasil pembangunan TMMD ini menjadi fasilitas penghubung bagi kami dari dua desa dan dua kecamatan. Keberadaan jembatan penghubung ini jelas dapat menopang peningkatan perekonomian penjualan hasil pertanian atau perkebunan dan juga pendidikan karena menjadi akses jalan ke sekolah terdekat, termasuk jalur evakuasi bencana erupsi Gunung Agung karena wilayah ini merupakan jalur lahar dingin,  jembatan semi permanen yang bangunannya seadanya sebelumnya kerap rusak diterjang banjir lahar dingin," sambung Bendesa I Putu Suyasa

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., selaku Pejabat Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP) TMMD berharap kepada masyarakat Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi untuk ikut merasa memiliki dan peduli terhadap hasil-hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan TMMD Ke 111 ini.

Baca juga: Jelang Penutupan, Inilah Capaian Hasil TMMD ke-111 di Kodam IX/Udayana

"Pelihara dan rawat dengan baik sarana dan prasarana yang telah dibangun, sehingga manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama. Harapan kita TMMD dapat menggelorakan kembali semangat gotong royong dan sebagai momentum untuk berpartisipasi membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di tengah-tengah situasi pandemi saat ini," harap Danrem

Begitu besar perhatian tentara kepada rakyat, pun keakraban mereka tercermin selama 30 hari pembangunan, mereka saling membaur, bahkan menyempatkan berolahraga sore yang menjadi hiburan bersama dan menjaga imun tubuh di tengah pandemi Covid-19.

Tak perlu khawatir, meskipun di tengah pandemi, sekitar 150 personel Satgas TMMD seluruhnya sudah berbekal vaksinasi dan negatif test Covid-19 serta selalu menerapkan protokol kesehatan selama bertugas mengawal pembangunan TMMD ke -111 di Desa Sebudi, Karangasem, Bali. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved