Berita Karangasem

TMMD ke-111, Jalur Evakuasi Bencana di Kaki Gunung Agung Itu Kini Terhubung

Denyut Dusun Bukit Galah, Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali kini lebih berdetak atas program TMMD

Pendam IX/Udayana
Satgas TMMD ke-11 Kodim 1623/Karangasem saat proses pembangunan jembatan penghubung di kaki Gunung Agung, Desa Sebudi, Karangasem, Bali. Dokumentasi. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM , KARANGASEM – Denyut Dusun Bukit Galah, Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali kini lebih berdetak setelah sebulan belakangan bersolek melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Dari semangat TMMD wujud sinergi membangun negeri, sejumlah sasaran fisik meliputi pembangunan jembatan penghubung hingga pembukaan lahan pertanian telah dirampungkan satgas sesuai target dibangun oleh Satgas TMMD bersama warga secara gotong-royong.

Pembangunan jembatan penghubung sepanjang 15 meter dengan lebar 5 meter kini telah rampung.

Pembangunan mulai dilakukan 15 Juni 2021 dan selesai pada 14 Juli 2021.

Baca juga: Lanud I Gusti Ngurah Rai Ikut Sukseskan Program Serbuan Vaksinasi Covid-19 TNI AU

Satgas TMMD telah memperhitungkan dan memetakan secara strategis titik lokasi pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Selat dan Kecamatan Bebandem itu.

Berkaca dari bencana erupsi Gunung Agung tahun 2017 silam, jembatan ini menjadi tonggak jalur evakuasi yang lebih mudah menyelamatkan nyawa warga dari bahaya erupsi gunung berapi yang masih aktif itu.

Wilayah Desa Sebudi ini pernah terisolasi tahun 2017 lalu, saat erupsi Gunung Agung, satu-satunya akses jembatan semi permanen hancur diterjang banjir lahar dingin.

Warga pun kerap dilanda kecemasan akan terputusnya akses antar wilayah.

Baca juga: TMMD ke-111 di Bali, Kodam IX/Udayana Bukakan Lahan Pertanian Bagi Warga Desa Sebudi

Jembatan ini dibangun dengan konstruksi yang mampu menahan beban 30 ton atau 30.000 kilogram yang dirancang oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) mampu menjadi akses baru bagi warga Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat dan Dusun Yeh Kori, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.

Sebelumnya, hanya ada jembatan semi permanen yang hanya bisa dilalui dengan beban maksimal 5 ton, itu pun kondisinya sangat memprihatinkan.

Tujuh hari berlalu selepas peresmian, jalur itu kini dimanfaatkan warga untuk menunjang perekonomian masyarakat dalam distribusi hasil pertanian, juga bakal menjadi jalur pendidikan karena mempermudah transportasi bagi pelajar yang bersekolah lintas kecamatan pada saat pembelajaran tatap muka kembali berlangsung nantinya.

Jembatan penghubung ini juga memiliki fungsi vital dalam kesiapsiagaan jalur evakuasi kebencanaan apabila terjadi letusan erupsi Gunung Agung.

Baca juga: TMMD ke-111, Kodam IX/Udayana Buka Lahan Pertanian di Bali Sebagai Sasaran Tambahan

Dahulu masyarakat ketika beraktivitas harus menempuh berpuluh kilometer jaraknya, seperti dari Desa Amertha Buana menuju Pasar Bebandem yang sebelumnya jarak tempuhnya sampai 10 kilometer, maupun akses dari Desa menuju kota Karangasem, kini jaraknya terpangkas dengan keberadaan jembatan penghubung ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved