Corona di Bali
Utamakan Pasien Emergency, Rumah Sakit Tabanan Siasati Penggunaan Oksigen
Peningkatan kasus positif Covid-19 beberapa waktu belakangan ini membuat para tenaga kesehatan kewalahan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
“Sebenarnya kita tiap hari request ke Provinsi sesuai dengan kebutuhan harian. Kalau terlambat, kita siapkan tabung cadangan. Namun karena pasokan berkurang, kita siasati dengan semua tindakan tidak emergency yang butuh oksigen ditunda dulu sementara. Artinya kita tunda sampai suplai oksigen memadai. Kalau kasus Covid sudah turun,” katanya.
Pihaknya menegaskan, tetap mengimbau masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan agar pandemi ini cepat berlalu.
Sementara itu, Kepala Bidang Penunjang Non Medik BRSU Tabanan, dr I Wayan Doddy Setiawan menyebutkan, sesuai data memang kecenderungan kebutuhan oksigen terus meningkat sejak pandemi berlangsung.
Ada peningkatan yang lumayan tinggi dari sebelum Covid-19.
Dia mencontohkan untuk pemakaian tahun 2019 untuk oksigen cair 128,048 m3.
“Kurang lebih lebih 25-30 persen peningkatannya jika dibandingkan dari tahun ke tahun. Namun sejak pandemi, peningkatannya cukup tinggi, apalagi tahun ini baru 7 bulan atau Januari hingga awal Juli penggunaan oksigen sudah hampir sama dengan setahun di 2019. Peningkatan ini terutama terjadi pada Juli 2021 ini,” ungkapnya.
Dr Doddy melanjutkan, untuk penggunaan harian atau bulan di BRSU Tabanan sangat bervariasi karena tergantung dengan jumlah kasusnya.
Dalam bulan ini bervariasi antara 500 m3 sampai 1.000 m3, namun rata-rata penggunaan di angka 700 m3.
“Jika sebelumnya (sebelum Juli) memang selalu tersedia stok. Kalau sudah mencapai stok minimum, kita order pasti dikirim. Tapi, sejak sepekan terakhir ini pasokannya berkurang. Bahkan sejak kemarin (Minggu) malam untuk oksigen cair belum ada pengiriman sehingga kita siasati dengan switch ke tabung,” jelasnya.
“Kami harap masyarakat tetap disiplin menerapkan prokes agar pandemi ini segera berlalu,” harapnya.
Sementara di Buleleng, ketersediaan oksigen di RSUD Buleleng pada Senin 19 Juli 2021 tinggal beberapa jam.
Pihak rumah sakit pun berharap agar pasokannya segera dikirim oleh pihak Pemprov.
Sekda Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pendistribusian oksigen oleh pihak rekanan sebelumnya langsung dilakukan ke kabupaten.
Namun saat ini, distribusi oksigen harus dikoordinir oleh Pemprov.
Oleh karena itu, Bupati Buleleng, kata Suyasa, sudah menghubungi Gubernur Bali, Sekda Bali hingga Kalak BPBD Bali, agar kebutuhan oksigen di Bumi Panji Sakti ini dapat segera dipenuhi, mengingat ketersediaannya tinggal hitungan jam.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Karangasem Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Lebih Disiplin Prokes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ambulans-siaga-di-tabanan-bali.jpg)