Corona di Bali
Utamakan Pasien Emergency, Rumah Sakit Tabanan Siasati Penggunaan Oksigen
Peningkatan kasus positif Covid-19 beberapa waktu belakangan ini membuat para tenaga kesehatan kewalahan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Terpisah, Dirut RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugaraha tidak menampik ketersediaan oksigen tabung di rumah sakit tersebut tinggal beberapa jam.
Selain menunggu kiriman dari Pemprov, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Provinsi Jawa Timur, agar bisa membagi oksigen cair yang mereka miliki, paling tidak sebanyak dua ton.
Sebab, RSUD Buleleng sendiri saat ini sudah tidak memiliki cadangan oksigen.
"Oksigen cair yang kami miliki sudah habis sejak sore kemarin (Minggu, Red). Sementara oksigen tabung masih bisa untuk tiga jam ke depan. Krisis sekali. Mudah-mudahan kiriman dari Pemprov dan Jawa Timur bisa cepat. Yang dari Pemprov sih malam ini sudah pasti sampai. Agak terlambat memang karena banyak rumah sakit yang ngantre untuk pengisian oksigen tabung," ungkapnya.
Dokter Arya menyebutkan, oksigen tabung biasanya hanya digunakan untuk merujuk pasien, atau memindahkan pasien ke ruangan lain.
Namun karena oksigen cair sudah habis, pihaknya pun terpaksa menggunakan oksigen tabung untuk pasien yang dirawat di ruang instensif, termasuk pasien Covid-19.
"Oksigen yang kita miliki tidak hanya diprioritaskan untuk pasien Covid. Pasien lain yang membutuhkan, tetap kami berikan. Kami melakukan efisiensi dengan cara menunda tindakan bedah yang direncanakan. Tapi memang ketersediaannya tinggal tiga jam saja. Saya berharap pengiriman dari Denpasar bisa cepat," katanya.
Di tempat terpisah, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Wilayah Bali, Dr dr IBG Fajar Manuaba SpOG MARS mengakui ketersediaan oksigen di rumah sakit Provinsi Bali mengalami penurunan. Dokter Fajar mengatakan, produksi oksigen tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini.
"Benar sekali karena produksi dan kebutuhan tidak sesuai. Khusus oksigen cair kita masih datangkan dari Jawa. Yang gas, jadi rebutan," katanya, Senin.
Hal tersebut membuat saat ini rumah sakit melakukan seleksi untuk penerima oksigen.
Dan hal tersebut tergantung pada masing-masing rumah sakit.
Dokter Fajar mengatakan, saat ini banyak pasien yang dirujuk dari RS swasta ke RS pemerintah, seperti RSUP Sanglah, karena tidak berani merawat pasien tanpa oksigen.
Sementara untuk RS swasta di Provinsi Bali, diakui dr Fajar, ketersediaan oksigen masih naik turun.
"Kondisinya naik turun. Yang jelas agak krisis sehingga operasi selektif ditunda. Pastilah masalahnya menyeluruh (stok oksigen yang menurun di RS Swasta Provinsi Bali)," tambahnya.
Dia mengatakan, untuk saat ini RS swasta maupun pemerintah melakukan amprah ke Satgas Oksigen, namun belum terselesaikan masalahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ambulans-siaga-di-tabanan-bali.jpg)