Corona di Bali
Utamakan Pasien Emergency, Rumah Sakit Tabanan Siasati Penggunaan Oksigen
Peningkatan kasus positif Covid-19 beberapa waktu belakangan ini membuat para tenaga kesehatan kewalahan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Biasanya pihaknya melakukan daftar kebutuhan via online, namun tidak ada jaminan untuk bisa terpenuhi.
"Pengadaan dan kebutuhan amat timpang. Apalagi oksigen cair didatangkan dari Banyuwangi. Sedangkan kebutuhan di Jatim amat besar. Di Satgas tidak mengikutsertakan Persi atau ARSSI. Jadi rumah sakit sifatnya hanya konsumen saja dan menunggu nasib," imbuhnya.
Pasca meningkatnya kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali membuat kebutuhan oksigen juga meningkat.
Sementara itu pasokan oksigen yang tersendat dari Pulau Jawa membuat ketersediaan oksigen di Pulau Dewata semakin menipis.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Seluruh Rumah Sakit (PERSI) Bali I Gusti Ngurah Anom.
"Saat ini Bali mengandalkan pasokan oksigen cair atau liquid dari Banyuwangi, Jawa Timur. Bali memiliki samator oksigen tabung atau gas, namun terbatas. Sedangkan kebutuhan oksigen naik sesuai dengan lonjakan kasus. Jadi hampir 4-5 kali lipat kebutuhan. Sumber dari Jawa untuk oksigen liquid dan di Bali oksigen gas," katanya, Senin.
Dia mengatakan, distributor kini hanya menyalurkan oksigen sekali sehari ke Bali dengan jumlah beberapa ton.
Produksi oksigen gas di Bali maksimal 700 ton per hari.
Dari pasokan yang ada tersebut, ketersediaan oksigen cair hanya bertahan maksimal 2 hari.
"Kemampuannya tergantung pasien yang ditangani masing-masing RS. Biasanya hitungan 8-9 jam sampai 2 hari," tambahnya.
Sementara untuk rumah sakit lainnya, dr Anom mengatakan sudah dibagi sesuai dengan kebutuhan.
"Dibagi-bagi sesuai kebutuhan. Saya harapkan distribusinya merata. Untuk pasien non Covid-19 juga sudah diberikan sesuai indikasi, sudah diatur di rumah sakit," katanya. (mpa/rtu/sar)
Kumpulan Artikel Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ambulans-siaga-di-tabanan-bali.jpg)