Breaking News:

Corona di Bali

Kasus DBD Capai 2 Ribuan, Provinsi Bali Cenderung Alami Penurunan

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali pada Juli ini terhitung menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
pixabay.com
Ilustrasi - Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD - Kasus DBD Capai 2 Ribuan, Provinsi Bali Cenderung Alami Penurunan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali pada Juli ini terhitung menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, Selasa 20 Juli 2021.

Menurut Ketut Suarjaya, berdasarkan data yang dirangkum dari 8 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bali, pada Januari kasus DBD sejumlah 362 orang, Februari sebanyak 328 orang dan meninggal 3 orang, Maret 392 orang, April 381 orang, Mei 369 orang dan meninggal 1 orang, terakhir pada Juni sebanyak 223 orang dan meninggal 1 orang.

Sehingga total kasus DBD jika dijumlahkan sejak Januari hingga Juni sebanyak 2.055 orang dan kasus meninggal dunia akibat DBD sebanyak 5 orang.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Tabanan Turun Drastis Saat Pandemi, Selama 6 Bulan Hanya Tercatat 9 Kasus

Dari banyaknya kasus tersebut, kabupaten yang paling banyak menyumbangkan angka kasus DBD yakni Kabupaten Buleleng. Suarjaya juga mengatakan, memasuki Juni kasus DBD mengalami penurunan di Provinsi Bali.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Ni Luh Sri Armini mengatakan hal yang sama, yakni kasus DBD di Kota Denpasar sudah cenderung menurun sejak Juni.

Dokter Armini juga turut berikan data kasus DBD di Kota Denpasar pada 2020 yakni sebanyak 1.501 kasus, sementara untuk tahun 2021 pada periode enam bulan mulai Januari hingga Juni kasus DBD ditemukan 492 kasus.

Menurut Armini, tidak semua penyakit DBD harus dirawat di rumah sakit, terlebih saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

"DBD kan tidak semua harus MRS (Masuk Rumah Sakit). Indikasi MRS salah satunya trombosit di bawah 100 (100 ribu, Red). Bisa di rumah dengan minum obat dan minum banyak, makan makanan yang bergizi, dan jangan lupa PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)," katanya.

Armini mengatakan, penyemprotan Fogging tidak perlu dilakukan jika PSN sudah dilakukan.

"Tidak perlu, kalau PSN sudah berjalan," katanya. (*).

Baca juga: Lionel Messi Ditekel Hingga Berdarah, Pemain Ini Minta Maaf dan Sempat Minta Jersey

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved