Berita Buleleng

RSUD Buleleng Tambah 10 Bed Cadangan untuk Perawatan Pasien Covid-19 di Ruang IGD

Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya sudah menambah 10 bed cadangan di ruang IGD untuk merawat pasien Covid, berupa valbed dan brankar.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Penumpukan pasien Covid-19 di IGD RSUD Buleleng hingga Rabu (21/7/2021) masih terjadi.

Tercatat masih ada 15 pasien Covid yang terpaksa dirawat di ruangan IGD tersebut.

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu pergeseran pasien di ruang isolasi atau ICU karena sudah sembuh, atau dipindahkan ke tempat karantina terpusat.

Jika ada bed yang kosong, maka 15 pasien yang sementara dirawat di IGD itu akan langsung dipindahkan. 

Baca juga: Pasien Covid-19 Menumpuk di RSUD Buleleng, 74 Bed yang Tersedia Sudah Terisi Penuh

Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya sudah menambah 10 bed cadangan di ruang IGD untuk merawat pasien Covid, berupa valbed dan brankar. 

Sementara untuk solusi jangka menengah, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan ruang Melati.

Ruangan itu akan dijadikan sebagai ruang isolasi pasien Covid bergejala sedang, berkapasitas 18 orang, yang targetnya bisa digunakan pada akhir pekan ini.

Sementara untuk ruang perawatan  pasien bergejala berat (ICU) juga sedang disiapkan di lantai dua ruang operasi, berkapasitas 8 orang.

Dengan digunakannya ruang Melati sebagai tempat isolasi pasien Covid, pihaknya pun terpaksa menggunakan ruang Sakura sebagai tempat perawatan ibu hamil dan anak.

Sementara layanan ICCU juga akan dijadikan satu dengan layanan ICU yang ada di lantai dua IGD.

 Sebab, nakes yang sebelumnya bertugas di ICCU,  digeser ke ruang perawatan pasien Covid.

"Dengan menambah ruang ini,  kapasitas rumah sakit yang sudah kami gunakan untuk tempat perawatan pasien Covid sudah mencapai 40 persen. Kami sangat berharap RSUD Giri Emas bisa  digunakan kembali, untuk mengurai antrean.  Sebab rumah sakit lain juga sudah penuh," ucapnya.

dr Arya juga menegaskan, meski terjadi penumpukan pasien Covid di IGD, layanannya tetap dibuka untuk pasien umum.

Namun pihaknya harus melihat kegawatannya terlebuh dahulu, dan jumlah pasien Covid yang dirawat di ruangan tersebut.

Baca juga: Ketersediaan Oksigen di RSUD Buleleng Tinggal 3 Jam, Kini Tunggu Kiriman dari Pemprov

"Tidak boleh ada pasien yang ditelantarkan.

Kalau IGDnya sangat penuh dengan pasien Covid, kami akan kami komunikasikan dengan RS lain untuk merawat pasien tersebut," jelasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved