Breaking News:

Berita Bali

Selama Masa PPKM Darurat 3-20 Juli 2021, Polda Bali Putar Balik 28.595 Unit Kendaraan

Selama masa PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Polda Bali memeriksa sebanyak 205.951 unit kendaraan, 28.595 unit putar balik.

Dok Polres Tabanan
Suasana kegiatan di titik pos penyekatan di Pos Dakdakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali pada Senin 19 Juli 2021 lalu 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali memeriksa sebanyak 205.951 unit kendaraan bermotor selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

Sebanyak 28.595 unit kendaraan diputarbalik karena tidak memenuhi kriteria untuk melintasi Pos Penyekatan.

"Selama masa PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Polda Bali memeriksa sebanyak 205.951 unit kendaraan, 28.595 unit putar balik.

Kita lakukan penyekatan, penutupan, pemeriksaan, putar balik dan imbauan," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Bali AKBP, Bima Aria Viyasa saat dikonfirmasi Tribun Bali melalui sambungan telepon, Rabu 21 Juli 2021.

Baca juga: Polda Bali Kawal Ketat Pendistribusian Oksigen Medis hingga Sampai di Rumah Sakit

Ia menuturkan, dinamika selama masa PPKM Darurat, pihaknya berfokus pada pendisiplinan di kawasan hulu seperti wisata, perkantoran dan tempat - tempat usaha hingga ke hilir dengan pembatasan mobilitas kegiatan masyarakat dengan penyelatan di jalan raya.

"Pada tiga hari awal kita masih fokus pendisiplinan di hulu seperti pertokoan, perkantoran dan tempat wisata, karena masih buka, jadi jalan masih terasa ramai

Begitu ada instruksi lanjutan, ada dilakukan penutupan, baru terjadi penurunan mobilitas di hari-hari kerja

Penyekatan kita lakukan sampai jam 10 malam, jam 9 malam itu jalan sudah berkurang mobilitasnya," ujar dia.

Wadir Lantas Polda Bali tidak menampik bahwa sempat terjadi kemacetan yang ditimbulkan pada saat masa-masa penyekatan PPKM Darurat.

Total ada 43 titik penyekatan yang diterapkan oleh Polda Bali dilaksanakan secara periodik dan berkala dengan melakukan pemeriksaan kepada masyarakat yang melintas Pos Penyekatan.

"Macetnya itu karena kita bekerja, jadi itu tersendat sementara karena pemeriksaan

Namun menjadi salah satu analisa evaluasi dalam rangka penyekatan putar balik kita ambil yang terbaik biar tidak merugikan masyarakat lain yang sudah membawa surat keterangan kerja dan sebagainya termasuk kita pasang stiker, semakin ke sini masyarakat sudah mulai menyesuaikan dengan aturan yang ada," ujarnya.

Disinggung terkait potensi gesekan antara petugas dengan masyarakat, pihaknya dari awal mengaku sudah diwanti-wanti agar tidak terjadi ketersinggungan dengan masyarakat selama penerapan PPKM Darurat.

"Kita wanti-wanti dari hari pertama, kita buat sistem penutupan atau alih arus dengan harapan tidak adanya singgungan terhadap masyarakat, gimana pun juga terkadang kita tidak sempurna, ada permintaan masyarakat ini itu

Baca juga: Wakapolda Bali Pantau Pos Penyakatan Goa Lawah, Ingatkan Personel Agar Humanis Saat Bertugas

Kita laksanakan anev apakah ada kesalahan dari anggota atau masyarakat itu yang tidak mengindahkan," jelas dia (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved