Berita Bali

BREAKING NEWS: Kejati Bali Tetapkan Eks Sekda Buleleng Tersangka Terkait Dugaan Gratifikasi

Pengumuman penetapan DKP sebagai tersangka ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Kejati (Kajati) Bali, Hutama Wisnu dalam jumpa pers di aula Kejati

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Plt Kajati Bali, Hutama Wisnu (kiri) didampingi para asistennya saat memberikan keterangan persnya di Aula Kejati Bali, Kamis, 22 Juli 2021. 

"Sudah menerima surat penetapan tersangka atas dugaan gratifikasi, tapi dalam surat tidak diuraikan dalam gratifikasi apa. Apa terkait rumah jabatan, bandara atau LNG Celukan Bawang juga tidak jelas," ucapnya.

Baca juga: Kasus Korupsi LPD Gerokgak Buleleng, Penyidik Kejati Bali Periksa 17 Saksi

Agus Sujoko justru mempertanyakan, jika terkait gratifikasi izin bandara apakah izinnya sudah keluar.

"Izin bandara dikeluarkan kementerian perhubungan. Pemkab hanya merekomendasikan, dan itu juga kewenangan Bupati Buleleng," terangnya.

Demikian pula dengan perizinan LNG, kata Agus Sujoko, yang mengeluarkan adalah Pelindo dan hingga kini usaha itu tidak berjalan.

"Bahwa Pemkab hanya rekomendasi, sementara ijin AMDAL dan lainnya kewenangan Propinsi Bali. Mengenai air sanih investasi murni swasta dan swasta dan tidak ada kaitan dengan Pemkab atau pun jabatan sekda," paparnya.

Dalam perkara gratifikasi ini, Agus Sujoko justru merasa ada yang aneh, kenapa hanya kliennya saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

 "Dalam kasus gratifikasi ada pemberi dan penerima. Kenapa eks sekda saja yang ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved